Peweimalang.com, Kota Malang – Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur (Jatim) 2, menggelar kegiatan Vets are Friends Bersama Membangun Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Hewan, yang digelar di salah satu hotel Kota Malang. Dalam kegiatan tersebut telah dihadiri pemilik klinik hewan, dokter hewan, komunitas pecinta hewan peliharaan, dan media.
Dengan kegiatan tersebut merupakan langkah yang sangat strategis, karena sebagai wadah berkumpulnya para praktisi medis veteriner di wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Kegiatan itu sebagai sinergi dan jejaring (Networking), yakni untuk memperkuat hubungan antar dokter hewan, baik praktisi hewan kecil, hewan besar, satwa liar, maupun akademisi, tentunya untuk menciptakan ekosistem profesi yang solid.
Selain itu, kata Ketua PDHI Cabang Jatim 2 drh Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet, Sabtu (18/7), saat memberikan pemaparan di kegiatan Vets are Friends Bersama Membangun Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Hewan, di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Klojen, Kota Malang, bahwa tidak hanya Networking untuk memperkuat hubungan antar dokter hewan, namun juga kesejahteraan hewan (Animal Welfare), untuk bisa menyamakan persepsi dan standar penerapan kesejahteraan hewan di masyarakat, mulai dari penanganan klinis, edukasi pemilik hewan, hingga kebijakan lokal.

Kolaborasi lintas sektor, dia menegaskan, akan membuka peluang kerja sama antara praktisi veteriner, instansi pemerintah terkait, komunitas pecinta hewan, dan industri penyedia layanan kesehatan hewan. “Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran dokter hewan yang tidak hanya sekedar mengobati, tetapi juga menjadi mitra (friends) bagi semua pihak demi mewujudkan pilar One Health (Kesehatan Manusia, Hewan, dan Lingkungan yang saling berkaitan),” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Deddy juga menyampaikan, bahwa dunia kedokteran hewan kini sangat berkembang, dan ada 13 jenis keahlian praktisi di PDHI Cabang Jatim 2. Seperti Cardiologi, Surgery soft tissue, Ortopedi, Internal medicine, Diagnostic imaging, Dermatologi, Oftalmologi, Reproduksi, Exotic, Patologi, Akupuntur dan Fisioterapi, Neurologi, dan Gigi (Dentistry. Bahkan, ada dokter hewan yang memiliki keahlian bidang psikologi hewan. “Selain itu, sebagian klinik hewan memiliki alat medis, seperti USG, X-Ray, Alat Darah, Dental Scaling, PCR, Fisioterapi Akupuntur, dan EKG,” terangnya.
Dia menjelaskan, di Indonesia saat ini terdapat tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang membuka Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), yang nantinya ada 5 PTN lagi yang akan membuka FKH. Sehingga dengan bertambahnya lulusan dokter hewan, dirinya berharap pemerintah daerah melakukan pendataan hewan peliharaan di masyarakat. Hal ini untuk bisa mengetahui jumlah peliharaan, serta bisa menghitung berapa dokter hewan yang kita siapkan di masing-masing daerah. Karena saat ini lulusan dokter hewan di PDHI Jatim 2 per tahun masih 600 orang, jumlah tersebut masih kurang memenuhi kebutuhan di masyarakat.
“Penanganan penyakit hewan sudah bisa mendapatkan pelayanan medis, yang mana keahlian khusus itu sudah dimiliki dokter hewan, yang juga ditunjang dengan peralatan medis yang modern. Sehingga penanganan medis pada hewan kini seperti penanganan medis manusia pada umumnya,” pungkas Deddy.(*).





