Peweimalang.com, Kab Malang – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup program Semesta Mengabdi 2026, di Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Selasa (14/7).
Program yang mengusung tema Bergerak Dalam Harmoni, Berdampak dengan Aksi telah berlangsung selama dua pekan, sejak 1-14 Juli 2026. Selama kegiatan, mahasiswa fokus pada pendampingan masyarakat, gerakan literasi, dan pendidikan lingkungan berkelanjutan.
Ketua Republik Gubuk Baca, Gus Irul menjelaskan, bahwa tahun ini pendampingan berhasil menjangkau tujuh desa binaan di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Salah satu program unggulannya adalah pembentukan Kader Cilik Menjaga Jagat yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Sehingga dengan melalui kader lingkungan anak-anak. “Kami ingin membangun budaya peduli lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono, saat menghadiri penutupan program Semesta Mengabdi 2026 menyampaikan apresiasi dari Bupati Malang atas dedikasi para mahasiswa. Sehingga diharapkan dampak positif dari program tersebut dan dapat terus berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Hal yang sama, juga mendapatkan apresiasi dari Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Malang, Dr Zainal Habib, M.Hum. Program Semesta Mengabdi merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial. “Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat agar program pemberdayaan dapat berlangsung berkelanjutan,” paparnya.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan literasi, Ketua LP2M UIN Malang Dr. Isroqunnajah, M.Ag, juga meresmikan Gubuk Baca baru untuk anak-anak di Dusun Paras. Penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran birokrasi kampus UIN Malang serta perangkat desa setempat.(*)





