Peweimalang.com, Kab Malang-Jemaah haji asal Kabupaten Malang yang menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah, Arab Saudi, telah membawa kabar duka. Karena ada dua jemaah haji dilaporkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji di tanah suci. Sedangkan kepastian ini disampaikan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Malang,
Kepala Subbagian Tata Usaha Kememterian Haji dan Umroh Kabupaten Malang Romdloni Suryono, Kamis (4/6), kepada wartawan menyampaikan, bahwa jemaah kloter pertama yang wafat yakni Samanu (85), warga Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 16 dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Azhar ini diberangkatkan pada 16 Mei 2026. “Almarhum meninggal dunia di Saudi German Hospital Makkah, Arab Saudi, karena sakit,” terangnya.
Jeda seminggu kemudian, lanjut dia, tepatnya pada 23 Mei 2026, berita duka kembali menyelimuti jemaah asal Kabupaten Malang bernama Jamari (73), jemaah asal Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang yang menghembuskan napas terakhirnya di King Faisal Hospital, Makkah, juga karena sakit. Almarhum merupakan jemaah kloter 14 yang sebelumnya bergabung dengan KBIHU Al-Huda. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, kedua jenazah jemaah tersebut dimakamkan di Makkah. Karena Pemerintah Arab Saudi tidak merekomendasikan pemulangan jenazah ke negara asal.
“Tentunya faktor jarak tempuh yang jauh dan risiko kerusakan kondisi jenazah, serta efisiensi biaya. Dan proses pemulasaraan hingga pemakaman jenazah jemaah haji Indonesia sepenuhnya diurus dan ditanggung oleh Pemerintah Arab Saudi sesuai prosedur yang ditetapkan,” tutur Romdloni.
Dengan adanya dua jemaah yang wafat di tanah suci Makkah, kata dia, maka jumlah jemaah haji yang dijadwalkan pulang ke tanah air berkurang menjadi 1.635 orang, dari jumlah sebelumnya 1.637 orang, rombongan dijadwalkan tiba di tanah air pada 4-5 Juni 2026. Sedangkan untuk menyambut kepulangan Jemaah haji asal Kabupaten Malang ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah mematangkan fasilitasi akomodasi, mulai dari armada bus untuk jemaah hingga truk pengangkut koper.
“Pemkab Malang sendiri mengalokasikan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk membiayai akomodasi penjemputan dan pengantaran jemaah dari dan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya,” jelas dia.
Perlu diketahui, berdasarkan data Kemenag Kabupaten Malang, total kuota keberangkatan haji tahun ini berjumlah 1.637 orang yang terbagi ke dalam tujuh kloter, yakni kloter 12 berjumlah 2 orang, kloter 14 359 orang, kloter 15, 16, dan 17: masing-masing 376 orang, kloter 18 berjumlah 140 orang, dan kloter 30 berjumlah 8 orang.(*).





