Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Cuaca Ekstrim, BPBD Kabupaten Malang Himbau Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Cuaca Ekstrim, BPBD Kabupaten Malang Himbau Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi

  • calendar_month Ming, 21 Des 2025

Peweimalang.com, Kab Malang – Kondisi cuaca ekstrim di wilayah Malang Raya, hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi. Sehingga BPBD tersebut selalu mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Malang agar waspada terjadinya bencana alam. Sementara, untuk mempercepat penanganan, maka pihaknya menempatkan personel yang ditempatkan di Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Pantau di saat momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Naturu).

Sebab, kata Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto, Minggu (21/12), kepada wartawan, bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih mengancam. Seperti pada bulan Desember 2025 ini, tercatat ada 30 bencana yang terdata BPBD Kabupaten Malang, yang kesemuanya tergolong bencana hidrometeorologi. Dan bencana tersebut terdiri dari lima angin kencang, dua banjir, enam pohon tumbang dan 17 kali tanah longsor. Sehingga dengan ancaman bencana ini, dirinya selalu mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Malang meningkatkan kewaspadaan, terutama yang memiliki tempat tinggal di bantaran sungai. “Karena berpotensi terjadinya banjir dan tanah longsor,” paparnya.  

Untuk saat ini, dia menegaskan, kini pihaknya mewaspadai adanya bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Meski bencana lain juga berpotensi, seperti gempa bumi dan erupsi gunung berapi juga tetap kita pantau meskipun aktivitasnya masih dalam kondisi landai. Sedangkan pada Nataru kali ini bersamaan dengan masa tanggap darurat bencana, yang masa berlakunya sejak 1 November hingga 31 Maret 2025. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Malang juga telah menyiapkan empat posko bencana, yang berada di Kecamatan Ngantang, Tirtoyudo, Singosari, dan Tumpang.

“Yang mana personil BPBD juga tergabung dalam siaga libur Nataru bersama dengan Polres Malang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan instansi lain. Dan pihaknya juga menempatkan tiga personil di Pospam, Posyan dan Pos Pantau, dengan berjaga bergiliran,” terang Purwoto.

Menurutnya, pos-pos tersebut berada di Posyan terpadu di wilayah Kecamatan Karanglo, Singosari) dan di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Dan untuk Pos Pam kita tempatkan di Karangploso, Lawang, Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, dan Jalur Lintas Selatan (JLS) wilayah Kecamatan Bantur., kesemuanya bekerja berdasarkan koordinasi.

Selain pos-pos tersebut, ratusan relawan dan anggota Desa Tangguh Bencana (Destana) juga disiagakan. Sedangkan untuk personilnya juga dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang berjumlah 114 orang, Destana ada 300 personel, juga ada 8 orang siaga di pos pusat di Mako BPBD Kepanjen.

“Kami siagakan di libur Nataru guna untuk mempercepat penanganan bencana alam, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Kabupaten Malang, maka personil BPBD dengan cepat melakukan penanganan di lokasi bencana,” pungkas Purwoto

 

 

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less