Wanita Muda Asal Malang Taklukkan Dunia, dengan Berhasil Rekayasa Sel Darah Merah

Wanita Muda Asal Malang Taklukkan Dunia, dengan Berhasil Rekayasa Sel Darah Merah
Dr Novalia Pishesha. (Foto : Istimewa)

Peweimalang.com, Malang – Seorang wanita muda asal Malang yakni Dr Novalia Pishesha telah membanggakan Indonesia dan masyarakat Malang. Karena telah memberikan inovasi medis dunia, di Boston, Amerika Serikat, yang saat ini tengah menjadi sorotan jagat sains internasional. Dia sebagai pakar rekayasa hayati yang kini menjadi arsitek di balik teknologi imunoterapi masa depan.

Perjalanan Novalia bukanlah jalan tol yang mulus. Dari sekolah di Malang, dia harus berjuang ekstra keras saat menempuh pendidikan di City College of San Francisco. Namun, kegigihannya membuahkan hasil luar biasa. Dia mendapatkan beasiswa penuh di University of California, Berkeley hingga mencapai gelar Doktor dari kampus teknologi terbaik dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT).

 

Merevolusi Pengobatan Penyakit Autoimun

Fokus riset Novalia sangat krusial bagi kemanusiaan. Dia berhasil mengembangkan teknik rekayasa sel darah merah untuk memodifikasi sistem imun tubuh. Inovasi ini menjadi harapan baru bagi jutaan penderita penyakit autoimun dan infeksi kronis yang selama ini sulit disembuhkan. Kehebatannya tak berhenti di laboratorium. Novalia juga mendirikan Cerberus Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi di mana dia menjabat sebagai CEO. Sehingga melalui perusahaan ini, hasil risetnya diubah menjadi terapi nyata yang dapat menyelamatkan nyawa.

 

Kantongi Berbagai Paten Internasional

Saat ini, Novalia memegang posisi prestisius sebagai Instruktur di Harvard Medical School dan peneliti di Boston Children’s Hospital. Ia bukan ilmuwan sembarangan, karena telah mengantongi berbagai paten internasional yang kini dilisensi oleh perusahaan farmasi raksasa. Dan dunia internasional pun memberikan penghormatan tinggi atas dedikasinya. Namanya tercatat dalam daftar bergengsi MIT Technology Review “Innovators Under 35 Asia Pacific” serta peraih penghargaan L’Oreal-UNESCO For Women in Science.

 

Baktinya untuk Negeri di Masa Pandemi

Meski berkarier di puncak elit sains Amerika, Novalia tak pernah lupa pada tanah air. Pada masa pandemi COVID-19, dia memimpin tim untuk menemukan kandidat vaksin yang dirancang khusus agar bisa diproduksi dengan fasilitas teknologi yang ada di Indonesia. Sehingga Dr. Novalia Pishesha adalah bukti bahwa anak bangsa memiliki kapasitas untuk memimpin inovasi global, yakni dari Malang untuk dunia. Dan dia juga membuktikan bahwa batasan hanya ada dalam pikiran, dan sains adalah jembatan untuk memberikan kebaikan bagi sesama.(*).

 

 

Sumber : Wikipedia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *