Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Warga yang menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa longsoran tanah, yang disebabkan pohon tumbang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang bernama Nur Rohma (55), pada Sabtu (6/12), langsung mendapatkan perhatian Bupati Malang HM Sanusi, yang mana telah melakukan takziah ke rumah kediaman korban akibat tertimpah tanah longsor, serta memberikan santunan kepada keluarga korban
Sebelum kejadian tanah longsor di desa tersebut, karena di wilayah Kecamatan Lawang diguyur hujan dengan intensitas hujan sedang hingga tinggi dari hari Kamis (4/12) hingga hari Jumat (5/12), sehingga mengakibatkan tanah tidak labil tidak kuat menahan besarnya pohon beringin dengan dengan diameter lebih kurang 150-200 centimeter (cm), tinggi pohon lebih kurang 30-40 meter, yang hal itu menyebabkan pohon tumbang menimpa kamar mandi umum, ketinggian tanah longsor 5 meter dan lebar 4 meter,
“Kami bersama istri bertakziah dan rombongan ke rumah korban yang tertimpah tanah longsor, hal ini merupakan bentuk empati dan perhatian langsung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhadap keluarga korban yang terdampak bencana alam tanah longsor,” kata Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (7/12), usai bertakziah ke rumah korban di Desa Mulyorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Dirinya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemkab Malang, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara kita. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Dan dirinya juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai serta bantuan non tunai, seperti paket sembako untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Dengan peristiwa itu, maka Pemkab Malang akan terus mendampingi warga terdampak bencana, baik dalam proses pemulihan maupun kebutuhan darurat di lapangan.
“Pemkab Malang akan selalu hadir. Dan kami memastikan bantuan bagi keluarga korban maupun warga terdampak lainnya dapat tersalurkan dengan baik. Tidak hanya hari ini, tetapi juga dalam proses pemulihan selanjutnya,” tegas Sanusi.
Dia masih menegaskan, jika dirinya juga menyampaikan bahwa sudah menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, perangkat desa, dan kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat asesmen di lokasi kejadian. Dan dirinya telah meminta pada jajaran terkait untuk segera melakukan langkah mitigasi lanjutan, termasuk pemetaan kawasan rawan tanah longsor, pemeriksaan kondisi kontur tanah, serta pengecekan pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan. “Langkah preventif menjadi sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya.
Ditempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menambahkan, kronologi kejadian tanah longsor terjadi pada Sabtu (6/12) pagi, di Desa Mulyorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kamar mandi umum yang berada di lereng area pemukiman mendadak runtuh setelah tertimpa material tanah longsor dan pohon besar yang tumbang. Dan pada saat kejadian, dua warga sedang mencuci pakaian di fasilitas tersebut. Material tanah longsor yang begitu cepat dan berat menyebabkan salah satu warga menjadi korban meninggal dunia yakni bernama Nur Rochmah (55). Sementara satu warga lainnya Erniwati (42) berhasil selamat meskipun sempat tertimpa reruntuhan.
“Dari dampak kejadian itu, satu bangunan fasilitas umum berupa kamar mandi rusak akibat tertimpah tanah longsor. Lalu satu orang meninggal dunia karena tertimpa material bangunan kamar mandi, dan Satu orang selamat dari kejadian tersebut,” terangnya.(*).





