Peweimalang.com, Kota Malang – Komunitas Malang Berwarna menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Sekolah Sungai Harmoni Kaliku bersama Malang Berwarna dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kiduldalem, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Minggu (24/5). Sedangkan kegiatan tersebut dipusatkan di bantaran Sungai Brantas wilayah Kelurahan Kidul Dalem.
Dan kegiatan itu juga dilakukan Susur Sungai Brantas, yang bertujuan untuk mengeksplorasi, memetakan, dan memulihkan kondisi ekosistem sungai. Ekspedisi ini berfungsi sebagai riset partisipatif, membersihkan sampah, mencegah banjir akibat penyumbatan, serta mengkampanyekan pentingnya menjaga kualitas sumber daya air bagi lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti 30 siswa/siswi SDN 1 Kiduldalem, yang didampingi para guru dan kepala sekolah, 15 relawan senior peduli sungai, serta 40 warga di wilayah Rukun Warga (RW) 02 bersama para ketua RT setempat.
Sebelum dilakukan kegiatan para peserta mengikuti upacara, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, ketua panitia sekaligus Ketua Malang Berwarna Djoko Wiyono menyampaikan laporan dan harapannya terhadap pengembangan Sekolah Sungai Harmoni Kaliku di Kota Malang.
“Kegiatan Susur Sungai Brantas ini, tentunya sangat penting untuk penguatan pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal melalui keterlibatan sekolah mulai tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi serta masyarakat bantaran sungai. “Diharapkan menjadi pilot project Sekolah Sungai yang nantinya dapat menjadi rujukan bagi wilayah lain di Kota Malang,” tutur Ketua Malang Berwarna Djoko Wiyono, Minggu (24/5), kepada wartawan.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Nunung juga berharap program tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari pengembangan kampung tematik di Kota Malang. Sehingga kegiatan Susur Sungai Brantas tersebut untuk memberikan edukasi kepada para siswa sekolah, agar nantinya juga ikut merawat dan menjaga lingkungan ekosistem.
“Biar sungai bersih dari sampah dan mencegah terjadinya banjir,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Sekretaris Malang Berwarna Agus Karyadi menambahkan, dalam kegiatan itu, peserta mengikuti kegiatan bersih-bersih bantaran Sungai Brantas, serta penanaman puluhan bibit tanaman produktif. Sedangkan bibit yang ditanam meliputi 45 pohon buah maja, 18 bibit kelapa gading, serta dua batang pisang songgolangit.
Menjelang siang digelar ritual adat Jawa secara sederhana yang dipimpin Mbah Cepu dan Mbah Orin. Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan pada Ketua Malang Berwarna, Lurah Kiduldalem Rofiq, dan Kepala SDN 1 Kiduldalem Yosi.
“Acara ditutup dengan makan bersama seluruh peserta dalam suasana kebersamaan dan semangat menjaga kelestarian lingkungan Sungai Brantas,” terangnya.(*).





