Kisah Legenda, Air Terjun Coban Rondo Jadi Mitos Masyarakat

Kisah Legenda, Air Terjun Coban Rondo Jadi Mitos Masyarakat
Wisata Alam Air Terjun Coban Rondo, di wilayah Desa Pandesari, Kec Pujon, Kab Malang. (Istimewa)

Peweimalang.com, Kab Malang – Wisata Air Terjun Coban Rondo yang terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di wilayah Malang Barat. Namun, selain memiliki kombinasi antara udara pegunungan yang sejuk, hutan pinus yang asri, dan kemegahan air terjunnya membuat tempat ini selalu berhasil memikat wisatawan, juga memiliki kisah legenda rakyat.

Karena dari kisah rakyat itu, ada sebuah cinta antara Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo berasal dari Gunung Anjasmoro. Cerita bermula, kata salah satu tokoh masyarakat Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang juga sebagai Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang Sodikul Amin, Rabu (17/6), dari sepasang pengantin baru yakni Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka mencapai selapan atau 36 hari, Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung ke keluarga mertua di Gunung Anjasmoro. Namun, orang tua Dewi Anjarwati melarang keras rencana tersebut, karena adanya mitos Jawa bahwa pengantin baru dilarang bepergian jauh sebelum melewati masa-masa tertentu atau bisa mendatangkan sial.

Bacaan Lainnya

Dan saat itu, lanjut Sodikul, di tengah perjalanan, rombongan mereka berpapasan dengan seorang pria asing bernama Joko Lelono. Dia terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati, Joko Lelono berusaha merebutnya dari sang suami. Sehingga terjadi pertempuran sengit antara Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono tidak dapat dihindarkan. Demi keselamatan istrinya, Raden Baron Kusumo memerintahkan para pembantunya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati di sebuah tempat aman di balik air terjun. “Pertarungan antara Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono berlangsung sangat hebat hingga keduanya sama-sama tewas,” terangnya.

Dia masih melanjutkan, Dewi Anjarwati yang setia menunggu di balik air terjun akhirnya mendengar kabar duka tersebut, yang mana suaminya telah gugur, maka Dewi menjadi seorang janda (rondo). Dan sejak saat itulah, masyarakat setempat menamai air terjun tempat persembunyian sang Dewi dengan nama Coban Rondo. Dan ada lagi mitos, bahwa ada batu besar di bawah air terjun adalah tempat di mana Dewi Anjarwati sering duduk merenung dan menangisi nasibnya. “Ada juga mitos yang beredar di masyarakat bahwa pasangan kekasih yang datang ke Coban Rondo hubungannya bisa kandas, meski itu tentu kembali ke kepercayaan masing-masingm” ungkap Sodikul.

Selain Air Terjun Coban Rondo memiliki legenda rakyat, kata dia, Coban Rondo juga menyajikan keindahan alamnya, seperti terdapat hutan pinus dan keasrian alam sepanjang perjalanan masuk lokasi wisata air terjun, yang disambut oleh deretan pohon pinus yang lebat dan menjulang tinggi. Kawasan ini juga menjadi habitat alami bagi kawanan monyet ekor panjang yang ramah, menambah kesan petualangan alam yang autentik. Dan kini di area Wisata Coban Rondo juga terdapat wahana Taman Labirin, Wahana Outbound dan Adrenalin, Spot Foto Instagramable, Area Camping, dan ada hotel. “Jika wisatawan berwisata di bulan Juni-Agustus ke Wisata Alam Coban Rondo, kini suhu udaranya sangat dingin, karena musim bedinding.,” pungkasnya.(*).

Penulis : Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *