Peweimalang.com, Kota Malang – Sejumlah pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Universitas Islam Malang (RS Unisma) Dinoyo, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kembali dikeluhkan terkait pelayanan obat setelah mendapat resep dari dokter setempat.
Sebab pelayanan obat, pasien harus menunggu obat berhari-hari, namun belum juga mendapatkan obat. Padahal, rumah sakit yang berada di wilayah Kota Malang tidak seperti RS Unisma, setelah pasien mendapatkan resep dari dokter yang memeriksanya hari itu juga mendapatkan obat.
Salah satu pasien asal Kota Malang Cahyono, Kamis (11/6), kepada wartawan, bahwa dirinya setiap satu bulan sekali selalu kontrol ke dr H RM Hardadi Sp.PD di RS Unisma, namun belakangan ini, tidak hanya dirinya saja yang mengeluhkan pelayanan obat dari apotek rumah sakit setempat, yang mana obat yang diberikan rumah sakit sebagai hak pasien hingga kini belum diberikan. Padahal, dirinya kontrol ke dokter penyakit dalam tersebut tanggal 4 Juni 2026, namun hingga kini dirinya belum menerima obat dan insulin. Sedangkan masalah keterlambatan pemberian obat tersebut, tidak hanya sekali ini saja, tapi sudah berulang-ulang. Dan setelah ditanyakan ke bagian apotek, jawabannya obat belum datang.
“Saya berharap RS Unisma profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Jika pelayanan obat seperti itu, bagaimana pasien yang urgen untuk segera meminum obat, apakah tidak membahayakan kepada pasien, tentunya berpotensi pasien bisa kehilangan nyawanya,” tegasnya.
Hal yang sama, juga disampaikan pasien BPJS Kesehatan lainnya, yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa dirinya kontrol ke dr Hardadi pada 13 Mei 2026, tapi hingga kini juga belum mendapatkan obat dan insulin. Sehingga dengan keterlambatan itu, maka dirinya membeli obat dan insulin secara mandiri. Karena jika menunggu obat yang di cover BPJS Kesehatan dari apotek RS Unisma, dikhawatirkan kondisi kesehatannya akan lebih buruk.
“Keluhan terkait pelayanan obat pada pasien di RS Unisma tidak hanya dirinya saja, tapi banyak pasien yang mengeluhkan,” paparnya.(*).





