Wamenhaj Kunjungi Rumah Duka, Istri Petugas Haji Asal Malang Berpulang

Wamenhaj Kunjungi Rumah Duka, Istri Petugas Haji Asal Malang Berpulang
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyambangi rumah duka petugas Haji Muhaimin

Peweimalang.com, ​Kota Malang – Kementerian Haji dan Umrah memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan integritas tinggi yang ditunjukkan oleh Muhaimin (Cak Aim), seorang wartawan asal Kota Malang yang tengah bertugas sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi.

​Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan rasa terima kasih tersebut secara langsung saat mengunjungi kediaman Cak Aim di Malang pada Jumat (12/6/2026).

Kehadiran Wamen sekaligus untuk memberikan penghormatan karena istri Cak Aim berpulang ke Rahmatullah saat sang suami sedang mengemban tugas negara di Tanah Suci.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak

​Meski dirundung duka mendalam, Cak Aim memilih tetap tegap dan berkomitmen menyelesaikan tanggung jawabnya melayani jemaah haji Indonesia hingga tuntas.

​”Secara personal dan kelembagaan, saya mewakili negara mengucapkan terima kasih atas dedikasi Cak Muhaimin. Beliau adalah wartawan yang bertugas,” ujar Dahnil saat ditemui di rumah duka.

​Menurut Dahnil, sikap yang ditunjukkan Cak Aim merupakan cerminan nyata dari integritas seorang petugas haji.

Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk ini memandang seluruh jemaah dan petugas sebagai satu keluarga besar, di mana pelayanan harus diberikan sepenuh hati layaknya kepada orang tua sendiri.

​”Di tengah musibah kehilangan istri, beliau tetap memilih menunaikan tanggung jawabnya melayani jemaah sampai selesai. Ini adalah contoh yang sangat baik bagi seluruh petugas haji,” tambah Dahnil.

​Dalam kunjungan tersebut, Dahnil juga menyempatkan diri melihat kondisi putri tunggal almarhumah yang bernama Mia. Diketahui, Mia merupakan seorang atlet (taekwondo-in) berprestasi di Malang. Selama ditinggal bertugas, Mia dirawat oleh keluarga besarnya.

​”Alhamdulillah di rumah ini Mia dijaga dengan baik oleh pakde, bude, dan pakleknya. Semoga ke depan Mia bisa lebih berprestasi lagi,” harapnya.

​Saat ini, Cak Aim masih berada di Arab Saudi dan tergabung dalam Daerah Kerja (Daker) Bandara salah satu wilayah kerja dengan beban tugas paling berat dan waktu operasional paling lama.

Bertugas selama lebih dari 70 hari, ia dijadwalkan baru kembali ke Indonesia pada 2 Juli mendatang.

​Setelah bergerak dari Jeddah ke Makkah dan kembali ke Jeddah, Cak Aim bersiap bergeser ke Madinah pada 16 Juni untuk mengawal pemulangan jemaah haji gelombang kedua.

Dahnil berharap keteguhan hati wartawan Malang ini dapat menjadi standar dan inspirasi dalam proses rekrutmen petugas haji di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *