Peweimalang.com, Malang Kota – Anggota legislatif Fraksi PKS Dapil Klojen, Bayu Rekso Aji, meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dalam kunjungan tersebut Bayu mendorong sinergi Pemkot Malang dengan Baznas. Pasalnya bantuan bedah rumah tersebut tak cukup untuk membenahi rumah hingga layak huni.
Dari hasil peninjauan, Bayu menemukan bahwa sebagian besar penerima bantuan merupakan warga kurang mampu yang mengalami kendala dalam menyelesaikan pembangunan rumah. Meski mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta per unit, yang terdiri dari Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk biaya tukang, anggaran tersebut dinilai belum mencukupi di tengah kenaikan harga material dan biaya pembangunan saat ini.
Akibat keterbatasan anggaran, beberapa penerima manfaat harus mengandalkan swadaya keluarga maupun gotong royong warga sekitar agar pembangunan dapat terus berjalan. Bahkan terdapat kekhawatiran proses pembangunan terhambat karena kemampuan ekonomi penerima manfaat yang sangat terbatas.
Bayu berharap Pemerintah Kota Malang dapat memberikan perhatian dan dukungan tambahan bagi warga penerima BSPS. Salah satu opsi yang akan didorong adalah sinergi dengan Baznas Kota Malang untuk membantu kebutuhan biaya tenaga kerja atau tukang sehingga pembangunan rumah dapat diselesaikan dengan baik.
“Program ini sangat membantu masyarakat, namun kondisi di lapangan menunjukkan bahwa bantuan yang ada masih belum cukup. Kami berharap ada dukungan tambahan agar rumah warga yang benar-benar tidak mampu ini bisa segera selesai dan layak ditempati,” ujar Bayu Rekso Aji.





