Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » SD Muhammadiyah 8 KH Mansur jadi Pilot Project Pemanfaatan AI untuk Dunia Pendidikan

SD Muhammadiyah 8 KH Mansur jadi Pilot Project Pemanfaatan AI untuk Dunia Pendidikan

  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025

Peweimalang.com, Kota Malang – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 8 KH Mansur menjadi pilot project mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) untuk dunia pendidikan di Kota Malang. Hal ini, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana saat launching program for improvement critical thinking and logical thinking.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menyampaikan bahwa hal ini selaras dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada program coding dan AI. Menurutnya, hal ini sudah diimprovisasi di Kota Malang.

“Ini kan program kementerian karena saat ini kelas 4 SD sudah diwajibkan untuk coding, jadi kita mengimprovisasi terlebih dahulu di Kota Malang,” kata Suwarjana, Kamis (28/8/2025).

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 8 KH Mansur, Etika Susilowati. (Agung)

Menurutnya, di Kota Malang sudah mempersiapkan terlebih dahulu mengenai SDM. Ia menambahkan bahwa jika menunggu pelatihan tenaga pendidik untuk pembelajaran coding akan terlalu lama.

“Kita siapkan terlebih dulu SDMnya, dan sekitar 20 persen sudah dilakukan pelatihan,” ujarnya.

Suwarjana menegaskan bahwa SD Muhammadiyah 8 KH Mansur menjadi pilot project program ini untuk diimplementasikan ke sekolah di seluruh Kota Malang. Namun, ia mengungkapkan bahwa saat ini masih dalam tahap uji coba.

“Ya ini masih di tahap dua karena dimulainya pada ajaran baru sekitar 1 bulan berjalan dan mengundang beberapa kepala sekolah nanti biar mereka bisa meniru, melihat untuk bekerja sama. Tapi kami tuntaskan terlebih dahulu sesion-sesionnya sebanyak 9,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 8 KH Mansur, Etika Susilowati S.Pd mengatakan bahwa program ini berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan konsulat Amerika di Surabaya. Ia menambahkan bahwa program ini juga didukung oleh guru khusus UMM.

“Jadi yang berpartisipasi adalah siswa kelas 4, 5, dan 6, tapi yang berpartisipasi 21 siswa,” ujarnya.

Etika mengungkapkan bahwa program ini dibuka melalui pendaftaran. Awalnya, ada 60 siswa yang mendaftar, namun saat ini hanya 21 siswa yang ikut serta pada program ini.

“Untuk syaratnya pasti berpikir kritis, kreatif, dan juga kemampuan memahami teknologi ya,” imbuhnya.

Etika mengungkapkan bahwa program ini memang membutuhkan sarana seperti laptop, komputer. Mengenai siswa yang tidak memiliki sarana tersebut bisa memanfaatkan komputer dari lab sekolah.

“Jadi ini bisa diimplementasikan kepada sekolah lain karena bisa memanfaatkan lab sekolah karena program ini bisa digunakan di komputer yang biasa saja,” tegasnya.

Ia berharap hal ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak di masa depan. Lebih lanjut, ia juga berharap untuk bisa menampilkan di ajang kejuaraan.

“Jadi, anak-anak kita itu bisa dalam menyongsong abad 21 itu kita siapkan mulai SD, tidak menunggu besar,” tutupnya.

  • Penulis: Agung Budi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less