Menhaj Akui Butuh Kerjasama Dengan UIN Maliki untuk Tingkatkan Kesehatan Jamaah Haji
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026

Menteri Haji dan Umroh Indonesia Irfan Yusuf saat menguraikan point kerjasama dengan UIN Maliki Malang.
Peweimalang.com, Batu – Menteri Haji (Menhaj) RI mengakui membutuhkan kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang. Kerjasama ini khususnya untuk meningkatkan kesehatan jamaah haji Indonesia.
Menhaj RI Irfan Yusuf, mengakui salah satu keunggalan UIN Maliki Malang ialah adanya Fakultas Kedokteran yang Concern pada Kesehatan Haji. Maka kerjasama ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian jamaah haji yang tiap tahun dirasa meningkat.
“Patut diakui, amaah Indonesia sangat rentan kesehatannya,” ungkap Menhaj, Selasa (3/2).
Nah untuk meningkatkan derajat kesehatan tersebut, Kementrian Haji bekerjasama dengan beberapa kampus UIN yang memiliki Fakultas Kedokteran. Terutama yang fokus pada kesehatan haji.
“Kerjasama nantinya lebih fokus pada pendampingan calon jamaah haji Indonesia,” ucapnya.
Jadi calon jamaah haji yang sudah terdaftar resmi pemberangakatan dua tahun kedepan sudah dimonitor kesehatannya. Tim monitoring tersebut yang akan melibatkan FK UIN Maliki Malang.
Kerjasama tidak hanya mengenai kesehatan haji saja. Namun juga pada sertifikasi dan pembinaan petugas pembimbing haji.
Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Ilfi Nur Diana menambahkan bahwa kerjasama dengan Kemenhaj ini lebih pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terutama dalam bidang pendidikan, dimana UIN Maliki Malang akan memberikan pelatihan pada petugas haji. Kemudian beberapa penelitian yang dapat menjadi pijakan aturan pelaksanaan haji yang nantinya direkomendasikan kepada Kemenhaj.
“Jadi palaksanaan haji sebelum dan sesudah pelaksanaan dapat dievaluasi untuk dijadikan perbaikan kedepan,” tutur Prof Ilfi.
Sedangkan dalam sisi pengabdian masyarakat, FK UIN Malang akan memberikan pendampingan pada para petugas haji. Diantaranya dengan pelatihan dan tes kesehatan yang akan diberikan oleh para mahasiswa UIN Malang.
Bahkan mahasiswa FK direncanakan Coass di Rumah Sakit di Arab Saudi. Ini sebagai upaya menjembatani kendala bahasa bagi jamaah haji maupun umroh. Pasalnya mahasiswa UIN Malang telah dibekali penguasaan bahasa Arab dasar, hingga dapat mendampingi jamaah Indonesia.
“Program pendampingan oleh para mahasiswa ini masuk dalam program Kuliah Kerja Nyata atau KKN,” kata Prof Ilfi.
Berbagai upaya ini, sebagai wujud ikhtiar UIN Malang untuk mencapai reputasi internasional. Juga keberadaan kampus ini berdampak pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Nantinya tak hanya Fakultas Kedokteran saja, tapi juga melibatkan Fakultas Psikologi. Yakni pada pendampingan mental calon jamaah haji yang mungkin memendam kekhawatiran tersendiri.
Bahkan melibatkan pula Fakultas Syariah yang akan membuka lembaga sertifikasi profesional terkait manasik haji dan umroh.
Rektor UIN menilai, kerjasama timbal balik menemukan Link and Match. Pihak kampus sebagai lembaga pendidikan menemukan saluran kerjamasa yang linier dengan Kementrian Haji dan Umroh Republik Indonesia.
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar