Wali Kota Malang Sidak Tiga Titik Ekonomi, Harga Bahan Pokok Masih Fluktuatif
- calendar_month Rab, 3 Des 2025

Peweimalang.com, Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat lakukan sidak harga bahan pokok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Gadang, Distributor dan juga Supermarket pada Rabu (3/11/2025).
Wahyu mengungkapkan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga beberapa komoditas mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, ada beberapa komoditas seperti beras masih relatif normal.
“TPID hari ini lengkap mulai pasar tradisional, distributor dan supermarket. Dari situ kita melihat kenaikan yang signifikan,” kata Wahyu usai sidak Supermarket di Sawojajar.
Menurutnya, kenaikan harga beberapa komoditas ini dimulai dari pasar. Hal ini dikarenakan selama sidak ke distributor tidak ada kenaikan harga yang signifikan pada distributor.
“Dari distributor memang stabil, tetapi di pasar mereka sudah ada yang naik, biasanya tergantung situasi apalagi menjelang Hari Raya,” jelasnya.
Mengenai stok menjelang Nataru, Wahyu menyebut bahwa stok pada disteibutor masih lengkap dan tersiap sedia. Jika dibutuhkan di pasar, Wahyu mengatakan bahwa stok tetap selalu ada.
“Distributor lebih aman dan stoknya lengkap dan tersiap sedia, apapun yang diinginkan pedagang pasae, itu mereka terap selalu ada,” ucapnya.
Jika dibandingkan antara harga pasar dan supermarket. Wahyu menilai harga beberapa komoditas hampir sama, ada yang lebih rendah ada juga yang lebih tinggi.
“Inilah nanti penemuan sementara dari TPID . Nanti kita akan high level meeting. Kita bahas lagi dari sidak ini kita mengetahui secara langsung komoditi yang naik, dan komoditas stok mana yang tinggi,” katanya.
Wahyu menyebut bahwa selama sidak menjelang Nataru rata-rata ada komoditas yang naik seperti kacang, bawang merah, cabai dan daging.
“Daging sekarang naik Rp 5.000 kemudian paling drastis itu adalah kacang, naiknya Rp 10.000 beras dan lain-lain masih relatif normal. Cabai mencapai Rp75 ribu,” ungkap Wahyu.
Wahyu menegaskan bahwa di bulan Februari mendatang Kota Malang akan mengalami panen cabai. Meskipun saat ini masih mengalami kenaikan Rp 5.000 tapi dengan panen tersebut, Wahyu optimis bisa menekan harga cabai yang melambung tinggi.
“Bisa menekan, termasuk cabai ini, kita untuk menekan ini,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Malang tengah berupaya untuk menekan harga dengan bekerja sama antar daerah dan juga menggelar pasar murah di berbagai daerah di Kota Malang.
“Efektivitas kerjasama sangat efektif sekali, karena dari situ kita tahu dari daerah tertentu yang agak murah, mita beli san disini kita tidak menaikkan harga karena ada subsidi dari APBD untuk harga yang lebih murah,” ujarnya.
Sementara itu. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina menjelaskan bahwa dari data BPS inflasi menjelang Nataru si Kota Malang 0,16. Angka tersebut masih di bawah Jawa Timur dan Nasional.
“Angkanya ini sudah lebih baik dibandingkan Oktober. Jadi sebenarnya memang harganya kalau kita lihat di awal bulan Desember ini masih stabil,” ucapnya.
Febrina menyampaikan bahwa menjelang Nataru akan mengelar gerakan pangan murah dan juga program pemerintah agar tidak ada lonjakan harga yang tinggi.
“Harapannya bisa menjaga stabilitas harga. Karena harganya pasti bersaing,” pungkas Febrina.
Disisi lain, salah satu warga pengunjung Supermarket, Rosmala Dewi mengungkapkan bahwa harga di pasar tradisional dan supermarket hanya berbeda sedikit.
“Harganya kadang lebih mahal sedikit di Supermarket tapi bahannya itu lebih segar di supermarket,” ujar Dewi.
Dewi menyebutkan bahwa dirinya sering melakukan stok-stok bahan pangan dirumahnya, ia juga tidak menutup untuk berbelanja di pasar tradisional karena stok yang banyak.
“Tergantung kebutuhan, biasanya kalau mau stok saya belanja di Pasar Gadang, tapi kalau butuhnya sedikit saya ke supermarket,” kata warga Kedungkandang itu.
Namun, Dewi mengatakan bahwa harga di Supermarket ini mirip dengan harga di Pasar Tradisional Sawojajar. Dewi juga lebih memilih berbelanja di Supermarket karena bahan yang relatif lebih segar.
“Kalau sama Pasar Sawojajar dan Supermarket itu hampir sama, tapi lebih memilih di Supermarket karena lebih bersih dan lebih segar,” tutupnya.
Sebagai informasi, rata-rata bahan pokok yang dikutip dari Siskaperbapo Jawa Timur
- Harga cabai rawit merah mencapai Rp.65.016 naik Rp.8.194
- Harga Bawang Merah Rp. 43.452 naik Rp 1.648
- Penulis: Agung Budi Prasetyo
- Editor: Redaksi
- Sumber: Liputan












Saat ini belum ada komentar