Peweimalang.com, Kota Malang – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang bersiap melakukan transformasi besar pada tahun 2026 ini, guna untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pelayanan kesehatan. Rencana strategis ini dibahas dalam Forum Konsultasi Publik yang dihadiri oleh jajaran manajemen, DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), dan tokoh masyarakat, di Ruang Majapahit Lantai 3, Gedung Utama RSUD dr Saiful Anwar, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Selasa (30/6).
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih, Selasa (30/6), saat menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik, di RSSA Malang, telah mengapresiasi performa pelayanan RSSA Malang yang dinilai sudah positif sebagai rumah sakit rujukan utama tipe A.
Meski begitu, dia mengingatkan agar ruang evaluasi tetap dibuka demi kenyamanan pasien.
“Kami di Komisi E DPRD Jatim siap memberikan dukungan penuh dari sisi anggaran dan regulasi agar pelayanan yang sudah bagus ini bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dia juga menitipkan tiga catatan strategis untuk menyempurnakan aspek inklusivitas RSSA, khususnya bagi kelompok rentan, seperti optimalisasi sistem antrian, guna untuk mempercepat administrasi agar bisa memangkas waktu tunggu pasien. Termasuk fasilitas ramah disabilitas. RSSA perlu menambah sarana penunjang yang ramah kelompok rentan di setiap koridor.
“Seperti peningkatan komunikasi publik untuk memberikan transparansi informasi ketersediaan kamar dan alur pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan juga strategi transformasi RSSA Malang,” paparnya.
Sementara itu, mantan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSSA sekaligus Tokoh Masyarakat, Prof Dr HM Mas’ud Said juga memaparkan, ada lima strategi utama untuk mewujudkan RSSA Malang yang modern dan kompetitif, maka harus memacu kualitas layanan unggulan, seperti mengoptimalkan operasional Grand Paviliun sebagai layanan premium dan memperkuat sarana rumah sakit pendidikan. Digitalisasi tata kelola untuk memperkuat manajemen keuangan dan administrasi lewat sistem digital yang terintegrasi untuk menjamin transparansi. Juga reputasi pusat rujukan, hal ini untuk mempertahankan akreditasi paripurna dengan memperkuat layanan spesialis dan subspesialis.

Selanjutnya, kata dia, RSSA berani ekspansi pasar dan layanan kritis, yakni untuk memperluas jangkauan pasar serta memperkuat unit krusial seperti layanan jantung, ICU, radiologi, dan IGD. Selain itu, memberikan garansi kepuasan pasien untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, bermutu, dan humanis guna menekan angka keluhan masyarakat.
“Keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kepercayaan pasien, kemitraan yang luas, kemudahan sistem pembayaran, serta kompetensi SDM yang inovatif,” papar dia.(*).





