Karhutla di TNBTS Wilayah Kabupaten Malang Padam Usai 11 Hari Perjuangan Tim Gabungan

Karhutla di TNBTS Wilayah Kabupaten Malang Padam Usai 11 Hari Perjuangan Tim Gabungan
Tim gabungan mendata luas lahan yang terdampak karhutla di kawasan TNBTS. (BPBD Kabupaten Malang)

Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Setelah berjuang secara intensif selama 11 hari, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya yang meluas ke wilayah administratif Kabupaten Malang, pada Jumat 14 Agustus 2026.

Kendati api utama telah padam, petugas di lapangan tetap bersiaga penuh untuk melakukan pembasahan sisa bara serta patroli ketat guna mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa luas lahan yang terdampak karhutla ini diperkirakan mencapai  1.120,3 hektare, sementara proses pendataan ulang masih terus berjalan.

“Titik api diketahui pertama kali terpantau di kawasan Kaldera Bromo, Bukit Jantur/Bantengan (Kabupaten Probolinggo) pada 3 Agustus 2026,” ucap Sadono.

Pergerakan angin yang cukup dinamis kemudian membawa api menjalar hingga memasuki wilayah Kabupaten Malang sejak 5 Agustus 2026.

Operasi pemadaman ini melibatkan sinergi lintas instansi dari BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, TNI-Polri, Basarnas, Manggala Agni, hingga puluhan elemen relawan dan masyarakat.

“Penanganan dilakukan melalui dua metode utama, yakni dengan Operasi Udara (Water Bombing), dengan mengerahkan 3 unit helikopter BNPB (PK-DAP, PK-DBM, dan PK-DAN dengan kapasitas masing-masing 1.000 hingga 4.000 liter) telah melakukan 22 kali penerjunan (rit) dengan total 51.000 liter air khusus pada Jumat (14/8). Secara kumulatif, total air yang telah dijatuhkan melalui operasi udara mencapai 394.800 liter,” jelasnya.

Rehat sejenak usai memadamkan karhutla di TNBTS. (BPBD Kabupaten Malang)

Sedangkan, lanjut Sadono, Tim darat berfokus pada pembuatan sekat bakar, penyisiran wilayah Pakis Bincil, Bukit Kingkong, dan Bukit Cinta, serta melakukan pembasahan manual menggunakan gepyok dan armada truk tangki air dari TNBTS, BPBD Provinsi Jatim, serta BPBD Kabupaten Malang guna memastikan tidak ada sisa bara api yang tersisa.

“Untuk wilayah terdampak kebakaran meliputi kawasan Pakis Bincil, Bukit Cinta, Sruni Point, Dingklik, hingga Bukit Kingkong, sedangkan korban jiwa Dipastikan nihil,” terangnya.

Lebih lanjut, Sadono menegaskan, sebagian besar titik api di wilayah Sruni, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, dan Pakis Bincil terpantau telah padam dan kini menyisakan asap tipis.

“Operasi pemadaman tidak luput dari sejumlah tantangan berat yang dihadapi tim gabungan, seperti kabut tebal dan kepulan asap yang memaksa penghentian sementara operasi water bombing demi aspek keselamatan penerbangan,” bebernya.

Terlebih, tambah Sadono, tiupan angin yang cukup kencang mempercepat penjalaran api, ditambah medan yang terjal serta jalur berpasir tebal di bagian bawah area yang menyulitkan mobilitas kendaraan darat.

Menerima bantuan dari KemenPU. (BPBD Kabupaten Malang)

Sebagai langkah mitigasi dan keselamatan pengunjung, pihak TNBTS memperpanjang penutupan seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian.

“Pintu masuk yang ditutup meliputi: Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupaten Pasuruan) Pos Jemplang, dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), Senduro (Kabupaten Lumajang),” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi berkelanjutan, BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait terus menyiagakan posko, melakukan patroli kawasan secara berkala, serta mengusulkan pemanfaatan drone berkamera thermal untuk identifikasi titik panas pada malam hari guna memastikan situasi segera terkendali sepenuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *