Masyarakat Kota Batu Perkuat Komitmen Jaga Bhinneka Tunggal Ika

Masyarakat Kota Batu Perkuat Komitmen Jaga Bhinneka Tunggal Ika
Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto saat berdialog kebangsaan dengan berbagai elemen masyarakat di Warung Ardiansih, Kota Batu. (Arief JP)

Peweimalang.com, Kota Batu – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81, berbagai masyarakat Indonesia tetap semangat untuk menjaga persatuan dan keberagaman terus digaungkan di Kota Batu.

Untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui dialog kebangsaan yang bertajuk Menjaga Bhinneka Tunggal Ika, Merawat Persatuan Bangsa, dengan berbagai elemen masyarakat diajak memperkuat komunikasi, menjaga toleransi, sekaligus mencegah munculnya potensi gesekan yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang digelar di Warung Ardiasih, Kota Batu, pada Kamis (13/8), hal ini menjadi ruang silaturahmi dan diskusi lintas elemen masyarakat. Mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas, mahasiswa, tokoh agama, hingga kelompok masyarakat lainnya turut dilibatkan.

Dalam dialog tersebut, Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto, Kamis (13/8), dalam sambutanya mengatakan, jika pentingnya langkah pencegahan sejak dini menjadi salah satu poin utama. Persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik harus segera diantisipasi melalui komunikasi dan pendekatan yang persuasif.

“Prinsipnya menjaga persatuan tidak harus menunggu munculnya persoalan, apalagi di Kota Wisata Batu (KWB) ini. Justru, potensi gesekan perlu dicegah sejak awal melalui dialog terbuka, edukasi, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Ada tiga fokus, kata dia, yang perlu diperkuat dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat Kota Batu. Pertama, memperkuat edukasi di lingkungan pendidikan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, intoleransi, dan paham radikalisme.

Kedua, bersama-sama membendung penyebaran hoaks dan informasi provokatif dengan menghadirkan narasi yang edukatif serta mengedepankan fakta.

Ketiga, membuka ruang dialog yang lebih luas bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan komunitas pemuda, agar mereka tidak hanya menjadi penerima informasi tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menjaga persatuan.

Kota Batu, masih dikatakan Aris, dikenal sebagai KWB memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

“Kondisi tersebut menjadi kekuatan sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana tetap aman, nyaman dan harmonis,” paparnya.

Karena itu, lanjut dia, seluruh elemen masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah. Perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengesampingkan persaudaraan.

Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto berfoto bersama peserta dialog kebangsaan di Kota Batu. (Arief JP)

Sehingga menjelang HUT RI ke-81, semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong dan merawat persatuan di tengah keberagaman.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk terus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat Kota Batu,” tutupnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *