Peweimalang.com, Surabaya – Sebagian masyarakat di wilayah Jawa Timur, kini khawatir atas kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Minyak Umum (SPBU). Sehingga dengan kekosongan BBM subsidi, seperti Pertalite (bensin RON 90) dan Biosolar (minyak solar/diesel CN 48) membuat kecemasan ditengah masyarakat. Hal ini dikarenakan, di sejumlah SPBU di Jawa Timur terjadi antrian kendaraan bermotor yang panjang, sehingga menimbulkan kecemasan akan terjadinya kelangkaan BBM subsidi
Dengan adanya kecemasan ditengah masyarakat tersebut terkait antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM subsidi. Hal ini langsung mendapatkan tanggapan dari Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Jumat (26/6), melalui rilis yang disampaikan ke sejumlah wartawan, bahwa dirinya memastikan, jika Pertamina sudah melakukan pemenuhan kebutuhan BBM subsidi di seluruh kabupaten kota wilayah Jawa Timur aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. “Penyaluran BBM subsidi dipastikan sesuai peruntukan sebagaimana ditetapkan pemerintah, seperti kuota dan titik layanan jual yang telah ditetapkan,” terangnya.
Menurutnya, bahwa beredar informasi keluhan masyarakat di beberapa wilayah Jawa Timur terkait antrian BBM subsidi produk Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU. Sehingga Pertamina telah melaksanakan upaya mitigasi sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi sesuai kuota dan titik layanan jual. Sebagai informasi per bulan Juni 2026 ini, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite. Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Ahad menyampaikan, Pertamina telah melaksanakan prioritas pengiriman dari Terminal BBM, supply point dan juga alih suplai dari Terminal BBM terdekat dari wilayah penyaluran. Sedangkan ini sebagai upaya mendorong percepatan penyaluran, per hari ini, Jumat (26/6), telah dilaksanakan mitigasi tambahan melalui double alih suplai. Sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat. Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi.
Dengan segala mitigasi ini, dia katakan, diharapkan dapat segera mengurai antrian dan kondisi penyaluran kembali normal. Pertamina Patra Niaga masif laksanakan monitoring berkala terkait pasokan dan distribusi di lapangan dan terus mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135,” pungkasnya.





