KADIN Indonesia – PDHI Jatim II – IDHSI Jatim Gandeng FT UB Bangun Center of Excellent for Tropical Dairy Construction Sciences

KADIN Indonesia Gandeng FT UB Bangun Center of Excellent

Peweimalang.com, MALANG – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur II serta Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia (IDHSI) Jawa Timur menggandeng Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) untuk membangun Center of Excellent for Tropical Dairy Construction Science. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pengembangan ilmu konstruksi peternakan sapi perah tropis sekaligus mendukung pertumbuhan industri persusuan nasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara KADIN Indonesia, PDHI Jatim II, IDHSI Jatim, dan jajaran pimpinan Fakultas Teknik UB di Malang. Pertemuan membahas sinergi antara pelaku industri peternakan sapi perah dengan akademisi serta para ahli teknik untuk menjawab berbagai tantangan sektor persusuan.

Ketua Komite Tetap Ternak Perah KADIN Indonesia yang juga Ketua Cabang PDHI Jatim II, drh. Deddy F. Kurniawan, M.Vet, mengatakan industri peternakan sapi perah dan persusuan Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir dan diproyeksikan terus meningkat dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan susu nasional mendorong kenaikan investasi di sektor persapiperahan. Saat ini, nilai bisnis industri sapi perah dan persusuan Indonesia diperkirakan mencapai 28 miliar dolar AS, dengan nilai impor produk susu sekitar Rp12 triliun per tahun.

Deddy menjelaskan, bonus demografi yang diproyeksikan terjadi hingga tahun 2050 akan meningkatkan jumlah penduduk usia produktif dan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut diperkirakan mendorong Indonesia menjadi salah satu dari empat pasar konsumen terbesar di Asia pada 2030.

“Dampaknya, kebutuhan protein hewani, khususnya susu sapi, juga akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4,53 juta ton per tahun atau sekitar 2 juta liter per hari. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah seiring implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun demikian, Deddy menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi agar industri persusuan nasional mampu berkembang optimal. Salah satunya adalah keterbatasan tenaga ahli di bidang teknik konstruksi peternakan serta belum adanya Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk konstruksi kandang sapi perah maupun fasilitas industri susu.

Karena itu, pihaknya mengajak Fakultas Teknik Universitas Brawijaya untuk berkolaborasi dalam pengembangan standar, riset, dan inovasi melalui pembentukan Center of Excellent for Tropical Dairy Construction Science.

Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.

Ia menegaskan FT UB memiliki delapan departemen dengan sumber daya akademik yang siap mendukung pengembangan industri persusuan nasional melalui penelitian, inovasi teknologi, hingga penyusunan standar konstruksi peternakan.

Selain dosen dan peneliti, sekitar 7.000 mahasiswa FT UB juga berpeluang dilibatkan, terutama melalui program Capstone bagi mahasiswa tingkat akhir yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di dunia industri.

Prof. Hadi menambahkan, Fakultas Teknik UB sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan KADIN Jawa Timur dalam pengembangan kewirausahaan dan penguatan UMKM, sehingga kolaborasi baru ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap sektor peternakan dan persusuan.

Menutup audiensi, Deddy menyatakan kesiapan KADIN Indonesia menjadi penghubung antara dunia akademik dengan pelaku industri, khususnya sektor sapi perah dan persusuan nasional.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir inovasi, standar konstruksi, serta sumber daya manusia yang mampu memperkuat daya saing industri susu Indonesia di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *