Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Didorong Reformasi Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi di China Pesat

Didorong Reformasi Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi di China Pesat

  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025

Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Negara China merupakan negara yang ada di dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, yang menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal sejak tahun 2010. Pertumbuhan ini didorong oleh reformasi ekonomi, tenaga kerja yang besar dan murah, infrastruktur yang memadai, inovasi teknologi, serta peran kuat sebagai pusat manufaktur global.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di China tersebut, berdasarkan PDB yakni Produk yang mengacu pada produksi barang dan jasa akhir. Domestik mengacu pada produksi yang terjadi di dalam batas wilayah suatu negara. Bruto yang menunjukkan bahwa produk dihitung tanpa memperhitungkan depresiasi atau penyusutan aset modal. Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi China, adanya reformasi ekonomi sejak 1978, reformasi ekonomi telah membuka negara dan mendorong pertumbuhan PDB rata-rata lebih dari 9 persen per tahun, sehingga bisa mengangkat ratusan juta orang dari kemiskinan.

Selain itu, manufaktur dan ekspor, China adalah produsen dan pengekspor barang-barang industri terbesar di dunia, yang didukung oleh rantai pasokan yang efisien dan biaya produksi yang kompetitif. Inovasi dan teknologi, negara China juga menjadi pusat inovasi global, terutama dalam bidang kecerdasan buatan, robotika, dan biofarmasi. Dan China memiliki pasar konsumen yang besar, seperti pasar domestik yang luas dan kelas menengah yang terus berkembang menciptakan permintaan yang besar untuk berbagai produk dan layanan. Kebijakan pemerintah yang mendukung, seperti subsidi untuk kawasan industri dan insentif ekspor, telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan pertumbuhan ekonomi di China terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat. Negara China tersebut kini juga menguasai teknologi, dan pabrik penghasil berbagai produk mampu beroperasi selama 24 jam sehari dengan produksi berkesinambungan dan biaya listrik yang rendah. Dan negara China bukan komunisme, tetapi tingkat level perkembangan kapitalisme yang sangat tinggi.

“Bagaimana bangsa kita ini bisa bersaing dengan struktur seperti itu?, dan apa yang akan terjadi pada pasar kerja global?,” tanya Direktor Lembaga Merah Putih (LMP) Malang Yoyok Cahyono, Minggu (9/11/2025), kepada Peweimalang.com.

Saat ini, kata dia, China telah memperoleh dominasi dalam industri otomotif dengan meninggalkan sedikit peluang bagi para pesaing, dan berkat sanksi, mereka akan melakukan hal yang sama di industri penerbangan, bahkan dengan tingkat otomatisasi yang jauh lebih rendah. Dan dirinya belum melihat semua ini akan berakhir dengan baik bagi negara Barat, karena satu alasan sederhana, salah satunya adalah masih adanya mafia energi. Sehingga disitu ada banyak kekuatan yang menghalangi energi murah di Barat, yang mana tidak mungkin bersaing dengan bangsa Asia, yang memiliki kebijakan negara yang nyata dalam hal ini.

“China sudah jalankan revolusi kebudayaan dalam industrialisasi, dan bangsa kita kapan bisa ciptakan reformasi ekonomi seperti di China,” pungkasnya.(*).

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less