Peweimalang.com, Kota Malang – Kerinduan para pencinta otomotif di Malang Raya akhirnya terbayar lunas. Setelah vakum selama hampir sepuluh tahun, kejuaraan balap motor resmi kembali mengaspal di Kota Malang melalui gelaran Road Race Supermoto Malang Raya 2026 yang resmi dibuka pada Minggu (31/5/2026).
Ajang ini diproyeksikan sebagai solusi konkret untuk meredam aksi balapan liar sekaligus memacu sektor sport tourism.
Apresiasi tinggi datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurutnya, sinergitas antara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dalam mengemas acara ini sangat sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah, yakni target ‘1.000 Event’.
“Melalui sport tourism seperti ini, tentu akan ada multiplier effect yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, kami juga berterima kasih karena event ini menjadi bagian dari kemeriahan Hari Jadi ke-112 Kota Malang,” ujar Wahyu saat membuka jalannya kompetisi.
Wahyu menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memindahkan energi para remaja dari jalanan protokoler ke sirkuit resmi.
Langkah ini didukung penuh oleh pihak kepolisian guna menekan angka balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.
“Yang terpenting adalah mewadahi anak-anak muda yang hobi balap agar balapan liar di Kota Malang bisa berkurang. Pak Kapolresta juga sudah menyiapkan tempat khusus nantinya untuk menguji keterampilan mereka, serta menyediakan fasilitas agar tidak ada lagi aksi balap liar di titik-titik jalanan kota,” tegasnya.
Menariknya, ajang ini juga membangkitkan memori masa lalu dengan hadirnya kelas gokar.
Wahyu berharap ke depan para pegiat gokar juga mendapatkan ruang kompetisi yang representatif agar mampu melahirkan pembalap profesional.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut kembalinya raungan mesin road race ini mempertegas status Kota Malang sebagai kota yang ramah terhadap perhelatan event besar.
Dari aspek ekonomi, kehadiran ratusan peserta dan penonton dari luar daerah di akhir pekan membawa angin segar bagi pelaku usaha.
“Dampaknya luar biasa untuk pertumbuhan ekonomi dan perputaran uang. Mulai dari peningkatan okupansi hotel, kunjungan ke destinasi wisata, hingga sektor UMKM dan kuliner yang diserbu oleh para pengunjung dari luar kota,” jelas Baihaqi.
Terkait dengan penjaringan atlet, Baihaqi menambahkan bahwa pembinaan secara spesifik akan dikoordinasikan bersama KONI sebagai induk olahraga, mengingat balap motor merupakan cabang resmi yang diperlombakan hingga tingkat nasional.
Antusiasme tinggi langsung terlihat sejak hari pertama. Ketua Panitia Pelaksana, Agus Sunanto, membeberkan bahwa jumlah peserta pada seri pembuka ini melonjak tajam di luar ekspektasi.
“Pada seri pertama di Kota Malang ini, jumlah peserta tembus hampir 300 starter. Bahkan teman-teman gokar yang sudah setahun tidak ada kegiatan, semuanya muncul dan ikut meramaikan di sini,” ungkap Agus.
Ajang bergengsi ini rencananya akan digelar sebanyak tiga seri di sepanjang tahun 2026 untuk menjaring bibit unggul menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 di Surabaya.
“Kompetisi ini kami gelar dalam tiga seri. Pembukaan di Kota Malang, seri kedua di Kepanjen (Kabupaten Malang), dan babak final akan berlangsung di Kota Batu pada bulan November mendatang. Kami ingin mewadahi bakat mereka secara benar dan terarah, terlebih pada ajang sebelumnya kontingen kita sukses menyabet peringkat pertama untuk kategori emas beregu,” pungkas Agus.





