Peweimalang.com, Kab Malang – Angka kemiskinan di Kabupaten Malang masih terbilang tinggi. Sehingga untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar rapat untuk koordinasi percepatan pengentasan kemiskinan, yang dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait ini.
“Kami memberikan ketegasan dan menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah hingga Camat untuk mengawal secara serius di setiap program yang berkaitan dengan penurunan kemiskinan, dan saya minta targetnya harus turun setiap tahun,’’ tegas Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (14/12), kepada wartawan.
Disebutkan, saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Malang mencapai 8,7 persen, yang mana angka itu memang menunjukkan penurunan. Namun, jika dihitung jiwa masih sangat banyak. Pada Maret 2024, angka kemiskinan di Kabupaten Malang berada di angka 8,98 persen. Sedangkan di Tahun 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 8,78 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 236.630 jiwa. Dan untuk saat ini seluruh program yang dibuat, semuanya untuk mengurangi angka kemiskinan.
Untuk itu, kata Sanusi, dirinya terus menekankan kepada seluruh perangkat daerah dan Camat agar bekerja lebih keras dan maksimal. Dan dirinya juga meminta pada Camat melakukan pendataan terhadap warga miskin. Jika ada perangkat daerah atau Camat yang bekerja asal-asalan, maka dirinya tidak ragu untuk melakukan evaluasi, bahkan rotasi.
“Karena semua program harus mengarah pada pengentasan kemiskinan. Sebab, program pengentasan kemiskinan merupakan program prioritas daerah harus didukung oleh seluruh perangkat daerah dan Camat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Malang juga menyampaikan, bahwa sejumlah program program Pemkab Malang, salah satunya fokus pada percepatan pengentasan kemiskinan. Mulai dari peningkatan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Serta seluruh program tersebut diarahkan untuk mendorong kesejahteraan warga sekaligus menurunkan angka kemiskinan secara lebih terukur Dan jika seluruh perangkat daerah bekerja secara maksimal, tentunya program yang dijalankan akan baik,.
“Kami berharap ada target zero kemiskinan ekstrim pada 2030 mendatang dapat tercapai. Namun, jika tahun ini bisa turun 1 persen, maka tahun depan bisa ditingkatkan lagi, pada akhirnya capai 8 persen, dan itu adalah 0 persen,” pungkas Sanusi.(*)





