Rektor UIN Malang Lantik Pimpinan Baru, Targetkan Fakultas Teknik dan FUSI Tembus Standar Internasional

Rektor UIN Malang Lantik Pimpinan Baru, Targetkan Fakultas Teknik dan FUSI Tembus Standar Internasional
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., saat melantik pimpinan Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. (Foto: Humas UIN Mlg)

Peweimalang.com, Kota Malang – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., resmi melantik pimpinan baru di lingkungan kampus untuk masa jabatan 2025–2029, Senin (20/7/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis memperkuat kelembagaan, khususnya bagi Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) yang diproyeksikan menjadi fakultas unggul dan berdaya saing global.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Ruang Rektor UIN Malang. Acara tersebut dihadiri para wakil rektor, kepala biro, ketua senat, ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), dekan, Direktur Pascasarjana, hingga para ketua program studi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Keputusan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor 1648 Tahun 2026, Rektor melantik Dr. Khairul Rahman, M.Si. sebagai Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H. sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Dr. Tarranita Kesumadewi, M.T. sebagai Wakil Dekan Fakultas Teknik, serta Dr. Jamilah, M.A. sebagai Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.

Pada kesempatan itu, Prof. Ilfi juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan amanah di lingkungan UIN Malang.

Pelantikan Jadi Awal Akselerasi Fakultas Baru

Dalam arahannya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan awal tanggung jawab besar untuk mempercepat kemajuan dua fakultas baru tersebut.

“Hari ini merupakan momen yang sangat bersejarah, khususnya bagi Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Mulai hari ini, bukan besok, tetapi hari ini juga saudara-saudara sudah harus bekerja,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan utama bukan terletak pada status fakultas yang masih baru, tetapi pada kemampuan para pimpinan menghadirkan inovasi yang mampu mendorong percepatan pembangunan organisasi.

Rektor mengingatkan agar para pimpinan tidak menggunakan pola pikir lama dalam menghadapi perubahan. Mengutip pakar manajemen Peter Drucker, ia mengatakan bahaya terbesar di era perubahan bukanlah turbulensi, melainkan menyelesaikan persoalan masa depan dengan cara berpikir masa lalu.

“Jangan membawa cara lama untuk menghadapi tantangan baru. Dunia pendidikan berubah sangat cepat. Kita harus mampu memprediksi kebutuhan masa depan, bukan sekadar menunggu perubahan datang,” ujarnya.

Mahasiswa Harus Jadi Pusat Kebijakan

Prof. Ilfi menekankan bahwa seluruh kebijakan akademik harus berorientasi pada mahasiswa. Keberhasilan fakultas, menurutnya, diukur dari kualitas dan kompetensi lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Ia meminta setiap program studi menyusun profil lulusan dengan kompetensi utama yang jelas, disertai kompetensi pendukung untuk meningkatkan daya saing.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu. Mereka harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga mereka yang mampu bekerja bersama dan menciptakan solusi,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa usia sebuah fakultas bukan penentu keberhasilan. Ia mencontohkan Stanford University yang mampu menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik dunia meski usianya lebih muda dibanding banyak universitas ternama.

“Jangan pernah merasa kecil hanya karena fakultas ini baru berdiri. Yang menentukan bukan umur organisasi, tetapi inovasi, kecepatan bergerak, dan kualitas sumber daya manusianya,” katanya.

Target Profil Lulusan Rampung Sepekan

Untuk mempercepat pengembangan Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Prof. Ilfi meminta seluruh pimpinan baru menyelesaikan penyusunan profil lulusan beserta kompetensi utama setiap program studi dalam waktu satu minggu.

Ia memastikan universitas akan memberikan dukungan penuh, mulai dari penguatan sumber daya manusia, anggaran, hingga penyediaan sarana dan prasarana.

Mengakhiri arahannya, Prof. Ilfi mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat kolaborasi lintas fakultas, lintas disiplin ilmu, serta memperluas kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional.

“Saya yakin saudara-saudara mampu membawa Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam mengejar bahkan melampaui fakultas lain. Jangan kecewakan kepercayaan yang telah diberikan. Mari bekerja cepat, bekerja cerdas, dan bekerja bersama untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan bereputasi internasional,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *