Pemprov Jatim Dorong Malang Raya Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemprov Jatim Dorong Malang Raya Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar saat memberikan pemaparan pada Orkestrasi Strategic Planning melalui program Road to Malang Raya Megapolitan 2026-2045, di Aula Kantor Bakorwil III Malang. (Foto: Cahyono)

Peweimalang.com, Kota Malang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus mendorong pengembangan kawasan pariwisata terpadu di Malang Raya sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi wisata yang dimiliki Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dinilai akan memberikan dampak ekonomi lebih besar jika dikelola secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor.

Komitmen tersebut mengemuka yang dikemas Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam Orkestrasi Strategic Planning melalui program Road to Malang Raya Megapolitan 2026-2045, yang digelar di Aula Kantor Bakorwil III Malang, Jalan Simpang Ijen Nomor 2, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, pada Rabu (15/7) pagi.

Bacaan Lainnya

Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar menyampaikan, pengembangan sektor pariwisata tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Karena sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media menjadi kunci agar potensi wisata Malang Raya mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Sedangkan Malang Raya ini memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam, pantai, budaya, sejarah, hingga kuliner.

“Potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan infrastruktur, konektivitas transportasi, investasi, serta kualitas pelayanan hotel dan restoran agar mampu bersaing dengan daerah wisata lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan ini juga diarahkan untuk menghubungkan destinasi wisata di wilayah Selatan Jatim, sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak objek wisata dalam satu kawasan terpadu.

Pelaku industri perhotelan dan restoran berharap peningkatan konektivitas antar objek wisata, penataan kawasan, promosi terpadu, serta penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

“Dengan forum yang digelar Bakorwil III Malang ini diharapkan menghasilkan rekomendasi sebagai dasar penyusunan kebijakan percepatan pembangunan kawasan pariwisata yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak pada pemerataan ekonomi di Malang Raya serta wilayah Selatan Jatim,” ucap Asep.

Ditempat yang sama, Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki, bahwa dirinya menilai pengembangan kawasan wisata terpadu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata di Malang Raya. Sehingga dengan keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga meningkatnya lama tinggal wisatawan, tingkat hunian hotel, pertumbuhan usaha restoran, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, dengan kolaborasi melalui pendekatan pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media menjadi faktor penting agar Malang Raya mampu berkembang sebagai destinasi wisata unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Versi ini lebih ringkas, menghindari pengulangan, dan mengikuti struktur berita jurnalistik dengan fokus pada fakta, pernyataan narasumber, serta dampak kebijakan,” tuturnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *