Wali Murid Keluhkan Sekolah Al-Khoiriyah Tak Terima Program MBG

Wali Murid Keluhkan Sekolah Al-Khoiriyah Tak Terima Program MBG
Wali Murid Madrasah Ibtidaiyah Al-Khoiriyah H Mudjib Idris. (Foto : Cahyono)

Peweimalang.com, Kab Malang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah, mengatasi stunting, dan meningkatkan konsentrasi belajar melalui pemberian makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sedangkan program tersebut menyasar pada siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tentunya dengan Program MBG itu, untuk mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas.

Meski, MBG sudah diterima banyak siswa sekolah di berbagai daerah di Indonesia, namun masih ada siswa sekolah yang belum mendapatkan MBG, artinya belum merata Program MBG yang digelontorkan oleh pemerintah tersebut. Salah satunya di sekolah dibawah Yayasan Pendidikan Al-Khoiriyah, yang berada di wilayah Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

Hal ini dibenarkan, salah satu wali murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khoiriyah, yang juga mantan Komandan Banser Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur H Mudjib Idris atau biasa dipanggil Gus Mudjib. Selasa (7/4), kepada Bhirawa, bahwa anak saya yang bersekolah di MI Al-Khoiriyah hingga kini belum mendapatkan fasilitas MBG dari pemerintah. Padahal, sekolah-sekolah lain yang tidak jauh dari sekolah anak saya setiap hari sudah mendapatkan MBG. Sedangkan sudah banyak wali murid yang menanyakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait belum diterimanya MBG untuk siswa sekolah dibawah Yayasan Pendidikan Al-Khoiriyah.

“Kami berharap agar siswa sekolah dibawah naungan yayasan tersebut bisa mendapatkan MBG seperti siswa-siswa lainnya yang ada di Kabupaten Malang. Kenapa harus ada diskriminasi dalam penyaluran MBG?. Siswa Al-Khoiriyah memiliki hak yang sama untuk memperoleh MBG, dan juga sama-sama sebagai anak bangsa,” ujarnya, dengan nada kesal.

Padahal, lanjut Gus Mudjib, dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) lokasinya tidak jauh dari sekolah anak saya. Sehingga dirinya mempertanyakan kepada BGN, kenapa sekolah anak saya tidak memperoleh MBG, dan bagaimana awal survey sekolah-sekolah sebelumnya?. Sehingga BGN tidak mencantumkan sekolah Al-Khoiriyah, apakah ada masalah, atau memang ada diskriminasi. “Jika itu benar ada diskriminasi, maka apa alasan BGN untuk tidak mendaftar sekolah Al-Khoiriyah sebagai penerima program pemerintah Makan Bergizi Gratis,” tanya dia.

Ditempat terpisah, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Kabupaten Malang Budiar Anwar, yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang mengatakan, seharusnya sekolah Al-Khoiriyah yang berada di Desa Putukrejo itu sudah memperoleh MBG. Kemungkinan sekolah tersebut tidak masuk peta untuk memperoleh MBG. Sehingga dirinya akan mempertanyakan kepada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang. Sebab, dinas tersebut yang memiliki data sekolah-sekolah yang menerima program MBG.

“Saya terima kasih kepada Bhirawa, yang mana telah memberikan informasi kepada Satgas MBG terkait ada sekolah di Kabupaten Malang yang belum menerima program pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah,” ujarnya.(*).

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *