ITN Malang Buktikan Kualitas, 100 Persen Peserta Lulus Sertifikasi Konstruksi Jenjang 7

ITN Malang Buktikan Kualitas, 100 Persen Peserta Lulus Sertifikasi Konstruksi Jenjang 7
Suasana Uji Sertifikasi Kompetensi Bidang Konstruksi Jenjang 7 yang pesertanya para alumnus ITN Malang dinyatakan lulus 100%. (Foto : Hms ITN Mlg)

Peweimalang.com, Kota Malang – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuktikan diri kualitasnya. Dalam Kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Bidang Konstruksi Jenjang 7 peserta dari kampus ini dinyatakan lulus 100 persen.

Uji sertifikasi Bagi Lulusan/Calon Lulusan Fresh Graduated Bidang Konstruksi Jenjang 7 ini merupakan kolaborasi tahun ketiga antara ITN Malang dengan Satuan Kerja Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Acara digelar di Gedung Pascasarjana pada Jumat (23/05/2026), dimana ITN Malang menjadi satu dari tiga kampus di Malang yang dipercaya menyelenggarakan kegiatan strategis ini.

Bacaan Lainnya

Dekan FTSP ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., saat membuka acara berharap dengan pelaksanaan uji kompetensi ini bisa menambah bekal kemampuan dan keterampilan para peserta untuk terjun di dunia usaha dan konstruksi.

Tahun ini, uji sertifikasi difokuskan pada tiga jabatan kerja: Ahli Muda K3 Konstruksi, Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung, dan Ahli Muda Teknik Konstruksi Jalan, yang diikuti oleh lulusan dari FTI dan FTSP.

 

Naik Level ke Jenjang 7 dan Manfaatkan Kuota Gratis

Kepala Pusat Karir ITN Malang, Dr. Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT., menjelaskan bahwa ada peningkatan jenjang pada program tahun ini.

“Jika tahun lalu uji sertifikasi berada di jenjang 6 level operator, tahun ini naik ke jenjang 7. ITN Malang masuk tahap 1 dengan kuota 50 peserta, namun karena berbagai hal hanya 38 lulusan yang mengikuti prosesnya hingga akhir,” jelas Lila.

Lila berharap semakin banyak lulusan yang menyadari dan mengutamakan pentingnya memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). “Sekarang ijazah saja tidak cukup. Karena itu, mumpung ada kesempatan mengambil SKK secara gratis dari Balai, harus dimanfaatkan dengan baik. Semoga di akhir tahun nanti ITN bisa dapat kuota tambahan lagi untuk lulusan periode II Oktober 2026,” harapnya.

Sebelum ujian luring (offline) bersama asesor dari LSP Bina Konstruksi Nusantara dan LSP Manajemen Konstruksi Nusantara, para peserta telah lebih dulu dibekali Pelatihan Kompetensi Tambahan (PKT) secara daring selama 3–4 hari sebagai akselerasi keilmuan.

Ketua Panitia, Irsyadul Ibad, SE., menambahkan, kegiatan ini merupakan amanat dari UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan SE Dirjen Bina Konstruksi No 54/SE/Dk/2024. Tujuannya untuk melahirkan tenaga kerja lini konstruksi yang kompeten, meningkatkan daya saing, dan memenuhi standar baku guna mendukung masifnya pembangunan infrastruktur di Indonesia.

 

Testimoni Alumni: Modal Kuat di Dunia Kerja

Sertifikasi gratis ini terbukti memberikan dampak positif bagi para alumni ITN Malang yang telah mulai meniti karir.

Nurul Huda (Teknik Sipil 2021) menceritakan karirnya naik ketika memiliki sertifikasi. Ketika ia baru lulus tiga bulan langsung mendapatkan kerja di kontraktor, dari administrasi ke safety. “Saat ini saya sudah kerja di kontraktor untuk proyek di Bali. Awalnya di bagian administrasi, tapi karena punya sertifikat K3, langsung dipindah ke tim safety. Di perusahaan, sertifikasi itu jaminan,” ujarnya yang sekarang mengambil sertifikasi Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung.

Begitu juga dengan Muhammad Rafiqy Farhan (Teknik Sipil 2021). Ia sekarang berkarir sebagai Drafter Struktur di PT Hutama Karya (Persero). “Sertifikasi Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung ini sangat penting untuk legalitas formal di bidang perizinan dan perencanaan, sekaligus modal buat naik jabatan kelak,” katanya.

Tak kalah penting bagi Sandio Dwi Pranata (Teknik Elektro 2021) yang sekarang bekerja di PT Multidaya Mitra Kontraktor Kelistrikan di Gresik. Ia mengambil kompetensi Ahli Muda K3 Konstruksi.

“Dengan mengikuti SKK ini pengalaman saya bertambah. Skema K3 Konstruksi sangat membantu saya memahami standarisasi SKKNI yang sebelumnya belum saya ketahui demi keselamatan kerja,” kata Sandio.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *