Dari Kelas Virtual ke Dampak Nyata: Perawat Dunia Bersatu Lawan NCD
- calendar_month 2 jam yang lalu

Kelas virtual International Guest Lecture yang bertema Nurse-Led Interventions forNCD Prevention and Control. (Foto : Humas Keperawatan UMM)
Peweimalang.com, Kota Malang – Suasana akademik lintas benua terasa dalam International Guest Lecture yang digelar Prodi Magister Keperawatan, Direktorat Pascasarjana UMM. Sebanyak 580 peserta dari lima negara di ruang virtual membahas peran perawat dalam menekan penyakit tidak menular melalui pendekatan nurse-led intervention.
Berbeda dari kuliah tamu pada umumnya, forum ini menampilkan perspektif global yang beragam—mulai dari pengalaman Afrika dalam penguatan layanan primer. Juga inovasi digital dari Eropa, hingga pendekatan komunitas di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Keragaman tersebut memperkaya wawasan peserta tentang bagaimana perawat dapat menjadi pemimpin dalam manajemen penyakit kronis.
Ketua AIPNEMA, Dr. M. Fatkhul Mubin, menilai bahwa tantangan terbesar NCD bukan hanya pada aspek klinis, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Ia menekankan bahwa intervensi berbasis perawat mampu menjembatani kesenjangan antara fasilitas kesehatan dan komunitas.
“Perawat adalah profesi yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika mereka memimpin intervensi, dampaknya bisa langsung dirasakan di tingkat keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo melihat kegiatan ini sebagai momentum transformasi kurikulum magister keperawatan menuju pembelajaran berbasis global dan riset kolaboratif. Ia menegaskan bahwa mahasiswa pascasarjana harus mampu mengintegrasikan evidence-based practice dengan konteks lokal.
Dari sisi kebijakan institusi, Prof. Akhsanul In’am menyampaikan bahwa internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan pembicara luar negeri, tetapi membangun ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan kolaborasi riset. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah konkret UMM dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di tingkat global.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa nurse-led intervention tidak hanya relevan untuk negara maju, tetapi justru sangat dibutuhkan di negara berkembang dengan beban NCD yang tinggi. Para peserta aktif menanyakan implementasi program manajemen diri pasien, pemanfaatan telehealth. Serta strategi pemberdayaan komunitas untuk pencegahan faktor risiko seperti merokok, pola makan tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring penelitian dan publikasi internasional di bidang keperawatan komunitas dan penyakit kronis. Lebih dari sekadar forum ilmiah, International Guest Lecture ini menjadi ruang refleksi bahwa masa depan pengendalian NCD sangat bergantung pada kepemimpinan perawat dalam praktik, pendidikan, dan riset.
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya












Saat ini belum ada komentar