Sampah dan Bangunan Ilegal Penyebab Banjir di Kota Malang
- calendar_month Sen, 8 Des 2025

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat
Peweimalang.com, Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyoroti sejumlah faktor yang memperparah banjir di beberapa titik wilayah Kota Malang.
Menurut Wahyu, persoalan utama bukan hanya kapasitas drainase, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta banyaknya bangunan yang berdiri di atas saluran air.
“Drainase sudah diperbaiki, saluran air sudah disesuaikan volumenya, tapi tumpukan sampah masih banyak. Ini kan kesadaean masyaeakan yang kurang,” tegas Wahyu, Senin (8/12/2025).
Wahyu juga menyampaikan bahwa cuaca saat ini menunjukkan intensitas hujan tinggi masih akan berlangsung di Kota Malang. Wahyu meminta seluruh elemen untuk memperkuat langkah mitigasi, salah satunya melalui kegiatan kerja bakti rutin dan percepatan normalisasi drainase.
“Saya sudah perintahkan agar normalisasi dilakukan pada titik-titik tertentu. Sampah-sampah terutama jenis plastik dan barang besar harus segera dibersihkan,” ujarnya.
Wahyu juga menyebutkan banyak bangunan yang masih berdiri di atas saluran air. Wahyu juga menambahkan bahwa terdapat bangunan yang sudah berdiri lebih 30 tahun tanpa memperhatikan kondisi tanah maupun izin pendirian.
“Contohnya di Purwodadi, itu tanahnya milik KAI dan ternyata di bawah ada saluran air yang rapuh. Ketika ada kerusakan, dampaknya kembali ke warga sendiri,” ucapnya.
Dalam hal ini, Pemkot Malang menginstruksikan beberapa dinas terkait seperti Satpol PP, DPUPRPKP serta dinas perizinan untuk melakukan penelusuran dan penertiban bangunan yang berdiri di atas saluran tanpa izin lengkap.
“Penertiban akan kami lakukan, kita akan koordinasi dengan Pemprov Jatim. Izin-izin yang dikeluarkan harus sesuai ketentuan, karena dampaknya bisa merugikan masyarakat jika salah penanganan. Kalau sudah ada bukti dan data lapangan, biasanya pihak provinsi akan merespon,” jelasnya.
Wahyu juga menegaskan bahwa Pemkot Malang telah menekan MoU dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan tersebut.
“Kita juga kerja sama dengan BBWS, nanti kita bisa menangani sampah-sampah di aliran sungai,” ungkap Wahyu.
Selain itu, Pemkot Malang akan menggencarkan kerja bakti massal sebagai langkah preventif. Menurutnya, pembangunan drainase baru tidak akan memberi dampak maksimal jika warga tidak menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau saluran sudah dibuat tapi tidak dijaga, banjir tetap terjadi. Maka selain membangunan saluran baru, edukasi dan kerja bakti harus berjalan rutin,” tutupnya.
- Penulis: Agung Budi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar