Peweimalang.com, Kota Batu – Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak berdiri pada 2013. Tidak hanya menjadi salah satu program studi dengan peminat tertinggi di lingkungan kampus, Farmasi UIN Malang juga memiliki keunggulan yang membedakannya dari perguruan tinggi lain, yakni fokus pada bidang farmasi haji dan halal.
Ketua Program Studi Farmasi UIN Malang apt Hajar Sugihantoro., MPH menjelaskan, prodi ini awalnya beroperasi di Kampus I Jalan Gajayana, Malang. Seiring perkembangan fasilitas dan kebutuhan akademik, sejak 2019 seluruh aktivitas pembelajaran dipindahkan ke Kampus III di Kota Batu.
“Prodi Farmasi berdiri sejak 2013. Awalnya berada di Kampus I, kemudian pada 2019 pindah ke Kampus III. Sejak berdiri, kepemimpinan prodi telah berganti setiap lima tahun dan saat ini memasuki periode ketiga,” ujarnya.
Daya Tampung 200 Mahasiswa, Peminat Ribuan
Perkembangan Prodi Farmasi UIN Malang terlihat dari peningkatan daya tampung mahasiswa baru. Pada awal berdiri, kuota penerimaan hanya sekitar 70 mahasiswa karena keterbatasan sumber daya dan fasilitas.
Seiring bertambahnya dosen dan sarana pendukung, kuota meningkat menjadi 120 hingga 150 mahasiswa pada periode 2015–2017. Saat ini, daya tampung mencapai sekitar 200 mahasiswa per tahun.
Meski demikian, jumlah peminat jauh melampaui kuota yang tersedia. Melalui empat jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, jumlah pendaftar Farmasi UIN Malang mencapai sekitar 7.000 hingga 8.000 orang setiap tahun.
“Dengan kuota sekitar 200 mahasiswa dan peminat mencapai 8.000 orang, tingkat persaingannya sangat ketat, sekitar 1 banding 40,” katanya.
Satu-satunya dengan Distingsi Haji dan Halal
Tingginya minat calon mahasiswa tidak lepas dari keunikan kurikulum yang ditawarkan. Berbeda dengan program studi farmasi lainnya, Farmasi UIN Malang memiliki distingsi atau kekhasan pada bidang haji dan halal.
Menurutnya, fokus halal menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi lulusan pesantren dan madrasah aliyah yang ingin mengembangkan kompetensi farmasi berbasis syariah.
“Farmasi halal masih sangat jarang menjadi fokus utama program studi farmasi di Indonesia. Ini menjadi keunggulan yang membuat banyak calon mahasiswa tertarik,” jelasnya.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali kompetensi pendampingan kesehatan jamaah haji. Pada semester tiga, lima, dan tujuh, mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat untuk mendampingi calon jamaah haji.
Mahasiswa Dampingi Calon Jamaah Haji
Program pendampingan haji menjadi salah satu ciri khas Farmasi UIN Malang. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan puskesmas di wilayah Kota Batu dan melibatkan mahasiswa farmasi serta kedokteran.
Mahasiswa membantu melakukan edukasi kesehatan, pendampingan penggunaan obat, hingga mempersiapkan kebutuhan kesehatan calon jamaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Mereka mendampingi mulai dari pemeriksaan kesehatan, evaluasi penggunaan obat, edukasi obat yang harus dibawa selama sekitar 40 hari di Arab Saudi, hingga pemantauan kondisi jamaah setelah pulang haji,” paparnya.
Program ini memberikan pengalaman lapangan yang kuat sehingga mahasiswa memahami langsung kebutuhan pelayanan kefarmasian pada jamaah haji.
Didukung Laboratorium Analisis Berteknologi Tinggi
Selain keunggulan kurikulum, Prodi Farmasi UIN Malang juga didukung fasilitas laboratorium yang lengkap. Seluruh standar laboratorium yang ditetapkan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) telah dipenuhi.
Bahkan, terdapat sejumlah instrumen laboratorium yang masih jarang dimiliki perguruan tinggi lain di Malang Raya.
Salah satu fasilitas unggulan adalah Particle Size Analyzer (PSA), alat untuk mengukur ukuran partikel dalam sediaan farmasi. Teknologi ini sangat penting dalam pengembangan obat karena ukuran partikel memengaruhi efektivitas penyerapan obat dalam tubuh.
“Beberapa instrumen analisis yang kami miliki masih belum banyak tersedia di perguruan tinggi lain di Malang Raya. Peralatan ini mendukung pembelajaran dan penelitian mahasiswa maupun dosen,” ungkapnya.
Sebagian besar alat laboratorium tersebut merupakan produk impor dengan nilai investasi yang mencapai miliaran rupiah. Pengadaan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pengembangan laboratorium.
Lulusan Terserap di Rumah Sakit, Industri hingga Menjadi Dosen
Sejak meluluskan angkatan pertama pada 2017–2018, alumni Farmasi UIN Malang telah tersebar di berbagai sektor, mulai rumah sakit, industri farmasi, laboratorium, hingga dunia pendidikan.
Banyak lulusan yang melanjutkan pendidikan profesi apoteker sebelum memasuki dunia kerja. Sebagian lainnya melanjutkan studi magister dan kembali mengabdi sebagai dosen di UIN Malang.
Menurutnya, lulusan Farmasi UIN Malang mendapat apresiasi positif dari berbagai institusi tempat mereka menjalani praktik maupun bekerja.
“Yang paling sering mendapatkan pujian adalah kemampuan komunikasi, etika, dan adab mahasiswa ketika berinteraksi dengan pasien maupun tenaga kesehatan lainnya,” katanya.
Karakter tersebut terbentuk melalui sistem pendidikan khas UIN Malang yang mengintegrasikan ilmu kefarmasian dengan pendidikan keislaman. Mahasiswa juga wajib mengikuti program pendidikan di ma’had selama satu tahun sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Dengan kombinasi keunggulan akademik, fasilitas laboratorium modern, serta distingsi haji dan halal, Prodi Farmasi UIN Malang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu program studi farmasi favorit di Indonesia, khususnya bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi farmasi berbasis nilai-nilai Islam dan kebutuhan industri masa depan.





