Pengawasan Program MBG di Malang Diperketat, GAPEMBI Ungkap Strategi Pengawasan Berlapis

Pengawasan Program MBG di Malang Diperketat, GAPEMBI Ungkap Strategi Pengawasan Berlapis
Ilustrasi. (Istimewa)

Peweimalang.com, Kota Malang – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Malang Raya kini memasuki fase pengawasan yang semakin ketat.

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Malang Raya menekankan pentingnya sinergi, transparansi, dan pengawasan berlapis untuk memastikan kualitas gizi serta ketepatan operasional program berjalan optimal.

Bacaan Lainnya

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) GAPEMBI Malang Raya, Dr. H. Raden Djoni Sudjatmoko, SE., MM., menjelaskan bahwa pengawasan paling efektif di tingkat operasional harian harus melibatkan komunikasi langsung antara pengelola dan pihak sekolah penerima manfaat.

“Pengawasan SPPG yang efektif adalah adanya group di setiap SPPG yang beranggotakan unsur internal, seperti SPPI, Mitra, Ahli Gizi (AG), Ahli Kesling (AK), Asisten Lapangan (Aslap), chef, serta Penerima Manfaat yang diwakili oleh Kepala Sekolah dan satu atau dua guru dari masing-masing sekolah,” ujar Djoni.

Melalui wadah komunikasi tersebut, lanjut Djoni, proses perumusan menu yang akan disajikan setiap minggunya serta evaluasi pelaksanaan harian dapat dilakukan secara transparan, partisipatif, dan tepat sasaran.

“SPPG tidak ada yang bingung soal menu yang akan disajikan setiap minggunya, dan jika iti dijalankannya, maka saya yakin permasalahan dapat diminimalisir,” jelasnya.

Selain pengawasan di tingkat akar rumput, Djoni menegaskan, aspek legalitas, standar higienitas, dan tata kelola keuangan juga mendapat sorotan ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jadi, BGN akan kontrol menyeluruh melalui pemeriksaan perizinan serta pelaporan keuangan rutin setiap dua minggu sekali, dan sistem pelaporan keuangan memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna memastikan transparansi dan akuntabilitas di setiap unit SPPG,” terangnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah turut memperkuat ekosistem pengawasan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) MBG bersama seluruh unsur SPPG setiap dua bulan sekali.

“Langkah ini menurut saya sangat krusial untuk menjaga sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program nasional tersebut,” tegasnya

Menyikapi pengetatan pengawasan ini, GAPEMBI Jawa Timur secara tegas mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar senantiasa disiplin.

Kepatuhan terhadap seluruh ketentuan operasional, standar kebersihan, serta regulasi yang ditetapkan oleh BGN menjadi harga mati demi menjaga kualitas layanan dan kepercayaan publik terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *