Tak Sekadar Akting, Workshop Aris Kurniawan Dorong Talenta Muda Siap Masuk Industri Film

Tak Sekadar Akting, Workshop Aris Kurniawan Dorong Talenta Muda Siap Masuk Industri Film
Workshop seni peran juga mengajarkan cara Acting didepan kamera.

Peweimalang.com, Kota Batu – Menjadi aktor tidak cukup hanya mampu berakting di depan kamera. Pemahaman karakter, kemampuan berkomunikasi, mental, citra diri hingga kesiapan menghadapi proses produksi menjadi bekal penting untuk berkembang di industri film.

Hal itu menjadi fokus pelatihan seni peran yang menghadirkan aktor laga Aris Kurniawan bersama Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Jawa Timur Wira Lina di Alam Batu Village, Sabtu (3/10/2026).

Peserta dibekali teknik dasar akting, ekspresi dan karakter, latihan adegan serta dialog. Mereka juga belajar mengatur napas, membangun emosi dan berkomunikasi secara natural ketika berhadapan dengan kamera.

Wira Lina mengatakan, kemampuan tampil di depan kamera membutuhkan latihan. Apa yang terlihat baik saat latihan belum tentu menghasilkan penampilan yang sama ketika direkam.

“Di depan kamera itu berbeda. Kita merasa sudah benar, tetapi ketika direkam ternyata masih banyak yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Membangun Kualitas, Bukan Sekadar Tampil 

Aris Kurniawan menekankan pentingnya membangun kualitas dan citra diri. Menurutnya, calon aktor tidak seharusnya hanya mengejar kesempatan tampil dalam produksi, tetapi juga harus memiliki kemampuan dan identitas yang membuatnya mampu berkembang dalam jangka panjang.

“Jangan hanya berpikir bagaimana bisa masuk televisi atau ikut syuting. Yang penting bagaimana membangun nilai diri untuk jangka panjang,” kata Aris.

Pelatihan juga menjadi ruang untuk mempertemukan talenta daerah dengan peluang industri film. Aris menilai Jawa Timur memiliki banyak potensi pemain yang belum mendapatkan kesempatan dan akses yang memadai.

Karena itu, ia mendorong agar produksi film ke depan melibatkan lebih banyak talenta lokal. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka kesempatan sekaligus memperkuat ekosistem perfilman di daerah.

Tidak Bisa Instan 

Aris menegaskan, kemampuan aktor tidak dapat dibentuk hanya melalui satu kali pelatihan. Latihan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk memahami proses produksi, uji peran, pengelolaan karier dan peluang usaha di industri film.

“Kalau hanya satu, dua atau tiga jam, tentu tidak cukup. Karena itu pelatihan harus dilakukan secara berkala,” tuturnya.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi talenta muda untuk lebih siap menghadapi dunia profesional. Bukan hanya mampu memainkan karakter, tetapi juga memiliki mental, kemampuan, jaringan dan kualitas diri untuk berkembang di industri film.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *