Peweimalang.com, Kota Malang – Insiden kebakaran hampir melanda kompleks Pasar Besar Kota Malang dilaporkan nyaris mengalami kebakaran besar pada Senin 28 September 2026 malam.
Api dapat dikendalikan dan dipadamkan berkat kesigapan warga dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebelum api membesar.
Petugas dari tim UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Malang yang tiba di lokasi sekitar lima menit dari penerimaan laporan langsung melakukan penanganan lanjutan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyampaikan informasi awal kebakaran itu dari seorang pelapor bernama Prasetyo Adi Nugroho.
“Kami mendapat laporan dari warga sekitar pukul pukul 20:21 WIB, dan petugas langsung berangkat, karena jarak sekitar 1,3 kilometer kami tiba dilokasi sekitar pukul 20:25 WIB,” ujar Pandu, saat dikonfirmasi awak media, Selasa 29 September 2026.
Pandu menjelaskan, dalam insiden tersebut, Damkar Kota Malang ketika tiba di lokasi api sebagian besar telah diredam oleh warga menggunakan APAR.
“Tim Damkar langsung bergerak melakukan pembasahan di sekitar area terdampak guna mendinginkan lokasi sekaligus memastikan tidak ada titik api tersembunyi (hidden fire) yang dapat memicu kebakaran susulan,” terangnya.

Dalam Operasi penanganan ini, lanjut Pandu, tim Damkar Kota Malang menghabiskan sekitar 4.000 liter air dan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 21:10 WIB.
“Berdasarkan hasil identifikasi sementara, kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik dan berdampak pada area seluas 27 meter persegi,” ulasnya.
Dalam insiden tersebut, tambah Pandu, tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun korban hilang dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material akibat insiden tersebut ditaksir mencapai Rp25 juta.
“Dalam operasi pemadaman ini, UPT Damkar Kota Malang mengerahkan 10 personel dan 2 unit mobil pemadam,” tegasnya
“Penanganan di lapangan juga berjalan lancar berkat sinergi yang baik dengan berbagai unsur pendukung, mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Redkar, hingga relawan setempat,” imbuhnya.





