Peweimalang.com, Kota Malang – Kesamaan visi dan komunikasi antar-tim menjadi kunci dalam membangun pelayanan prima di lingkungan perguruan tinggi. Tanpa koordinasi yang baik, kemampuan teknis tenaga kependidikan belum tentu mampu menghasilkan layanan yang memuaskan mahasiswa.
Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., menegaskan pentingnya menyatukan pemahaman seluruh tenaga kependidikan yang terlibat dalam pelayanan mahasiswa.
“Mensinkronkan frekuensi antar-tim itu sangat dibutuhkan. Ibarat radio, kalau frekuensinya tidak jelas, suaranya juga akan buruk dan tidak jelas. Persoalan yang sama terjadi dalam pelayanan,” ujarnya.
Menurut Ita, tenaga kependidikan di bawah koordinasi Biro AAKK memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan mahasiswa dalam berbagai kebutuhan. Mulai dari pelayanan akademik, kemahasiswaan, admisi, hingga layanan administrasi lainnya.
Karena itu, setiap bagian tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Komunikasi dan koordinasi harus terbangun agar seluruh proses pelayanan memiliki arah dan standar yang selaras.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan layanan harus mendukung indikator kinerja utama (IKU) universitas. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari upaya institusi mencapai target kinerja.
“Semua layanan ini mengacu pada IKU universitas. Tentu kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami selaku Kepala Biro AAKK,” jelasnya.
Hadirkan Trainer Profesional, Perkuat Karakter Pelayanan
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Biro AAKK UIN Malang menyelenggarakan pelatihan Leadership in Service Excellence: Membangun Budaya Pelayanan selama dua hari, Kamis-Jumat (29-30/10/2026).
Kegiatan yang diikuti tenaga kependidikan di lingkungan Biro AAKK ini menghadirkan Al Hasan Abdullah Alkaff, SH., S.Pd., MAP., CHt., CI CET, sebagai trainer dan motivator profesional.
Dalam pemaparannya, Al Hasan menekankan bahwa pelayanan berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif. Karakter, pola pikir, dan sikap petugas turut menentukan pengalaman masyarakat yang menerima layanan.
Ia memperkenalkan lima prinsip yang perlu dimiliki setiap insan pelayanan, yakni keterbukaan, berpikir positif, menerapkan prinsip 3T, berani bertanya ketika ragu, serta fokus pada solusi.
Prinsip keterbukaan, misalnya, harus dimulai dengan kesediaan membuka pikiran, hati, mata, dan telinga untuk memahami kebutuhan orang lain.
“Kalau ingin memberikan pelayanan dengan baik, kita harus terbuka. Buka pikiran, buka hati, buka mata, dan buka telinga,” pesannya.
Selain itu, Al Hasan mengingatkan pentingnya prinsip 3T, yaitu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, tunduk pada aturan tempat kerja, serta tawadhuk atau rendah hati.
Ia juga mendorong peserta membangun komunikasi terbuka dan tidak takut bertanya ketika menghadapi persoalan pekerjaan.
“Bertanya itu menjadi kunci untuk memahami sesuatu yang masih ada keraguan. Yang terpenting mau bertanya, tetapi jangan mempertanyakannya,” tegasnya.
Prinsip terakhir adalah mengutamakan solusi daripada memperbesar masalah. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas sekaligus keharmonisan lingkungan kerja.
Pelayanan Prima Harus Dirasakan Mahasiswa
Ita berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam perilaku dan kualitas kerja tenaga kependidikan.
“Saya berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini bisa diimplementasikan dalam bentuk layanan prima kepada mahasiswa sebagai stakeholder kita,” ungkapnya.
Harapan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kampus tidak semata-mata diukur dari cepatnya urusan administratif diselesaikan. Mahasiswa juga perlu mendapatkan penjelasan yang baik, respons yang tepat, serta perlakuan yang menghargai kebutuhan mereka.
Melalui kesamaan pemahaman, komunikasi yang semakin kuat, dan karakter pelayanan yang positif, Biro AAKK UIN Malang berharap kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan semakin meningkat.





