Bukan Sekadar Unjuk Bakat, Peserta NSS 2026 UIN Malang Angkat Isu Sosial dan Nasionalisme

Bukan Sekadar Unjuk Bakat, Peserta NSS 2026 UIN Malang Angkat Isu Sosial dan Nasionalisme
Peserta NSS 2026 berdiskusi dan bertukar gagasan dalam suasana akrab.

Peweimalang.com, Kota Batu – Panggung kreativitas National Student Summit (NSS) 2026 di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi ruang bagi pelajar untuk menyuarakan persoalan sosial dan gagasan kebangsaan. Melalui drama, puisi, musik, hingga storytelling, peserta mengangkat isu perundungan, keberagaman budaya, perjuangan meraih pendidikan, dan pilihan masa depan generasi muda.

Penampilan dalam Creative Showcase Session di lobi Fakultas Humaniora, Rabu (21/10/2026), tersebut merupakan bagian dari rangkaian hari terakhir NSS 2026. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta dari berbagai sekolah dan madrasah untuk mengolah pengalaman belajar menjadi karya kreatif yang menghibur sekaligus menyampaikan pesan sosial.

Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah perundungan di kalangan remaja. Melalui drama dan puisi, peserta menggambarkan bagaimana ejekan yang dianggap candaan dapat melukai perasaan dan memengaruhi kepercayaan diri seseorang.

“Bercanda boleh, merendahkan jangan. Stop bullying, start respecting,” menjadi pesan tegas dalam salah satu pertunjukan. Peserta mengajak generasi muda membangun pertemanan yang sehat dengan menghargai perasaan dan martabat orang lain.

Kritik Sosial dan Pilihan Masa Depan

Persoalan generasi muda juga diangkat melalui mini drama bertajuk Kabur Aja Dulu. Pertunjukan ini mempertemukan dua pandangan tentang masa depan: mencari peluang di luar negeri atau tetap tinggal dan berkontribusi bagi Indonesia.

Melalui dialog, nyanyian, dan puisi, peserta menyampaikan bahwa kesempatan belajar dan mengembangkan diri di tingkat internasional tidak harus bertentangan dengan kecintaan terhadap tanah air.

“Bahasa asing yang kamu harumkan bukan sebagai sayap untuk kabur, tetapi gunakan untuk berperang memperjuangkan bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam puisi tersebut.

Selain nasionalisme, peserta mengangkat pentingnya perjuangan meraih pendidikan tinggi. Drama Perjalanan Kami Menuju Masa Depan menggambarkan siswa yang saling mendukung untuk mewujudkan cita-cita melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Pesan pantang menyerah diperkuat melalui puisi dan lagu motivasi.

Merawat Keberagaman Lewat Kreativitas

Nilai persatuan juga hadir dalam drama yang memadukan bahasa Jawa, Bali, Madura, dan Ngapak. Cerita tentang perbedaan identitas daerah itu mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap budaya sendiri tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan budaya lain.

Kemampuan komunikasi peserta turut ditampilkan melalui pembacaan berita dalam bahasa Inggris, storytelling, serta pertunjukan musik. Ragam penampilan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi sarana mengembangkan keterampilan bahasa, keberanian berbicara, dan kepekaan terhadap lingkungan sosial.

Bagi peserta, proses menyiapkan pertunjukan juga menjadi pengalaman belajar tentang kolaborasi dan penerimaan terhadap perbedaan. Achmad Baharul Muzaki dari MA Yayasan Tamaan Pengetahuan Ngawi mengaku sempat gugup sebelum tampil, tetapi bersyukur dapat menyelesaikan penampilannya dengan baik.

Sementara itu, Safa Tias Wahrianta dari SMA Negeri 1 Ngawi menilai kerja sama menjadi pengalaman berharga, meskipun persiapan kelompoknya hanya berlangsung satu malam. Perbedaan kemampuan dan latar belakang justru mendorong mereka untuk saling mendukung.

Melalui Creative Showcase Session, NSS 2026 tidak hanya menyediakan panggung unjuk bakat, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan, memahami persoalan sosial, dan membangun kepedulian terhadap bangsa.

Kegiatan ini menegaskan bahwa seni dapat menjadi media pendidikan karakter. Dari isu perundungan hingga nasionalisme, para peserta menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ruang untuk bersuara, menghargai perbedaan, dan mendorong perubahan positif melalui kreativitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *