Peweimalang.com, Surabaya – Kabar duka yang sangat menyedihkan dan tragis. Dedikasi para dokter hewan yang bertugas hingga ke daerah pelosok dan berisiko tinggi demi melayani masyarakat sangat patut kita hormati, dan keselamatan tenaga profesional di lapangan memang sudah seharusnya menjadi prioritas utama.
Ada beberapa poin utama yang disampaikan oleh Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur (Jatim) 2 drh Deddy Fachruddin Kurniawan, MVet, Kamis (10/9), kepada wartawan, bahwa dalam insiden itu satu dokter hewan yakni drh Alfonsius Albinus Mehan gugur akibat penembakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penembakan terjadi saat ia ikut menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendistribusikan bantuan ternak.
Sehingga, dia menegaskan, dokter hewan tersebut layak mendapatkan gelar pahlawan veteriner. Ia dinilai sebagai pahlawan veteriner, karena gugur di garis depan dalam menjalankan pelayanan masyarakat di tengah risiko keamanan yang tinggi.
“Untuk itu, PDHI mendorong agar peristiwa ini diperingati sebagai hari berkabung nasional minimal di lingkungan profesi dokter hewan se-Indonesia, serta mendesak adanya sistem perlindungan hukum dan keamanan yang lebih terjamin bagi para petugas kesehatan hewan di daerah berisiko tinggi,” papar Deddy.
Dia menjelaskan, dari 8 orang rombongan Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, 5 orang telah terkonfirmasi selamat dan mengamankan diri di Puskesmas Muliama. Sedangkan berdasarkan informasi yang beredar pada Rabu (9/9) sore, pukul 15.47 WIT, bertempat di kampung Muliama Distrik Muliama telah terjadi penembakan terhadap 3 orang masyarakat oleh Orang Tidak Dikenal (OTK). Salah satunya yang gugur adalah drh Alfonsius Albinus Mehan.
“Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalaman dan keprihatinan atas insiden penembakan orang yang berprofesi sebagai dokter hewan gugur akibat korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya,” pungkasnya.(*).





