Peweimalang.com, Kab Malang – Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., menekankan pentingnya safety dan profesionalisme menyusul kembalinya pesawat C-130 Hercules A-1319 ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Pesawat tersebut kembali setelah menjalani proses modernisasi oleh GMF. Kedatangannya disambut melalui tradisi khusus di Hanggar Skadron Udara 32, Senin (24/8/2026).
Tradisi penyambutan dipimpin langsung Danlanud Abd Saleh. Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Wing Udara 1.2, para Kepala Dinas Lanud Abd Saleh, Kepala RSAU dr. M. Moenir, Komandan Skadron Udara 32, para komandan satuan, serta seluruh personel Skadron Udara 32.
Rangkaian tradisi diawali dengan pembukaan tirai oleh Danlanud Abd Saleh. Prosesi tersebut menjadi simbol peresmian sekaligus penyambutan kembali C-130 Hercules A-1319.
Setelah itu, dilakukan penyiraman air kembang pada pesawat. Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa agar pesawat dan awaknya selalu diberikan keselamatan serta kelancaran dalam menjalankan tugas.
Danlanud Tekankan Safety
Dalam sambutannya, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara mengatakan kembalinya Hercules A-1319 merupakan momentum yang patut disyukuri.
Menurutnya, pesawat yang telah menjalani modernisasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan operasional Skadron Udara 32.
“Pesawat C-130 Hercules A-1319 yang baru saja selesai menjalani proses modernisasi oleh GMF merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan operasional,” ujar Reza.
Namun, peningkatan kemampuan alutsista harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas personel yang mengawakinya.
Karena itu, seluruh personel Skadron Udara 32 diminta terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap keselamatan.
Danlanud menegaskan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Modernisasi pesawat tidak akan optimal tanpa dukungan personel yang memiliki kompetensi dan disiplin tinggi.
Alutsista Harus Dijaga dan Dioperasikan Profesional
Reza juga mengingatkan bahwa kembalinya Hercules A-1319 bukan sekadar penambahan kekuatan alutsista.
Pesawat tersebut merupakan amanah negara yang harus dijaga, dirawat, dan dioperasikan secara profesional.
“Jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus memberikan pengabdian terbaik. Rawat dan manfaatkan alutsista ini dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Ia meminta seluruh personel memastikan setiap pelaksanaan tugas selalu mengedepankan safety, profesionalisme, dan kehormatan TNI Angkatan Udara.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting karena kesiapan operasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi pesawat, tetapi juga kemampuan personel dalam mengoperasikan dan merawatnya.
Jadi Motivasi Skadron Udara 32
Danlanud selanjutnya mengajak seluruh personel menjaga soliditas dan kebersamaan di lingkungan Skadron Udara 32.
Kehadiran kembali Hercules A-1319 diharapkan menjadi motivasi untuk memperkuat kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara.
Tradisi penyambutan berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa modernisasi alutsista harus diikuti peningkatan profesionalisme, disiplin, kesiapsiagaan, dan budaya keselamatan.
Dengan kembalinya C-130 Hercules A-1319, Skadron Udara 32 diharapkan semakin siap menjalankan tugas. Seluruh personel pun dituntut menjaga kepercayaan negara melalui pengoperasian alutsista secara aman, profesional, dan bertanggung jawab.





