BMKG Imbau Nelayan Pantai Malang Selatan Waspada Gelombang Laut Tinggi

BMKG Imbau Nelayan Pantai Malang Selatan Waspada Gelombang Laut Tinggi
Pantai Watu Leter yang berada di wilayah Desa Sitiarjo, Kec Sumbermanjing Wetan, Kab Malang, ombak air laut terlihat mulai tinggi. (Redaksi)

Peweimalang.com, Kab Malang – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Perak, Surabaya, mengimbau para nelayan dan operator perahu di pesisir Pantai Malang Selatan, Kabupaten Malang, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan mempertimbangkan dalam menunda aktivitas melaut sementara waktu akibat ancaman gelombang tinggi dan angin kencang.

Karena cuaca ekstrem mengancam dalam pada beberapa hari nanti. Sedangkan gelombang laut tinggi diperkirakan mencapai 2,7 meter hingga 3.1 meter, yang disertai angin kencang dengan kecepatan berkisar antara 15 hingga 30 knot atau  27–55 kilometer (km)/jam.

Demikian yang disampaikan, Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Maritim Tanjung Perak Muhamad Biyadihi, Rabu (19/8), kepada wartawan.

Dia mengatakan, intensitas gelombang laut tersebut sudah masuk dalam kategori tinggi dan berbahaya. Sehingga para nelayan harus waspada jika berlayar mencari ikan ditengah laut. Dan gelombang laut tinggi karena dipicu puncak musim kemarau akibat aktivitas Muson Australia yang sangat intens.

“Kondisi cuaca ekstrem tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan nelayan, khususnya pengguna kapal-kapal berukuran kecil,” jelasnya.

Dengan adanya prakiraan gelombang tinggi tersebut, kata dia, maka BMKG menyarankan dua hingga tiga hari mendatang untuk tidak melaut dulu, karena kondisi yang cuaca tidak bersahabat. Mesk pihaknya menghimbau kepada nelayan untuk sementara tidak melaut, namun kewenangan untuk melarang pelayaran secara administratif tetap berada di tangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berwenang untuk melarang nelayan tidak melaut. Karena BMKG hanya bertindak mengeluarkan informasi resmi sebagai acuan mitigasi bencana.

“Berdasarkan analisis cuaca, gelombang tinggi di wilayah pesisir Pantai Malang Selatan diperkirakan masih akan berlangsung signifikan hingga 21 Agustus 2026 mendatang. Dan kondisi perairan diprediksi mulai melandai secara bertahap, pada 22-23 Agustus 2026,”  papar Biyadihi.

Menurutnya, dengan adanya gelombang tinggi tersebut, maka akan berisiko pada kapal kecil atau nelayan tradisional yang berukuran kecil. Karena paling rentan terhadap risiko kecelakaan akibat hempasan gelombang tinggi serta angin kencang. Sehingga berdasarkan panduan keselamatan BMKG, perahu nelayan disarankan tidak melaut apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang melampaui 1,25 meter.

“Para nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir Pantai Malang Selatan diimbau untuk terus memantau pembaruan cuaca maritim resmi dari BMKG sebelum beraktivitas di laut,” tegasnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *