Pembangunan KNMP Desa Pujiharjo Miliki Sepuluh Sarpras
- calendar_month Sen, 15 Des 2025

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring
Peweimalang.com, Kab Malang – Pemerintah Pusat mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada awal bulan Oktober 2025, pekerjaan fisik sudah dimulai.
Sedangkan dalam pekerjaan awal tersebut telah dilakukan pengurukan dan pengerasan jalan akses menuju lokasi KNMP, dan melakukan pematangan lahan kawasan kampung nelayan tersebut.
“Pertengahan Desember 2025 ini, progres pembangunan telah mencapai 65 persen. Sedangkan dari prosentase itu, ada 10 sarana dan prasarana (sarpras) utama yang direncanakan, seluruhnya sudah terbangun dan kini memasuki tahap penyelesaian,” terang Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring, Senin (15/12).
Dari 10 pembangunan sarpras KNMP di Desa Pujiharjo itu, lanjut dia, seperti cold storage, pabrik es, tambat labuh kapal nelayan, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan nelayan, bengkel nelayan, docking kapal nelayan, kantor KNMP, jalan lingkungan, serta revetment dan elevasi lahan kawasan. Sedangkan dari Pembangunan itu, cold storage sudah tuntas dan sedang dalam tahap uji coba.
Sementara, sembilan lainnya masih proses finishing atau proses akhir. Dan selain sarpras utama, pembangunan KNMP juga akan dilengkapi empat fasilitas penunjang.
Nantinya, kata Victor, KNMP juga dilengkapi fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN), toilet umum, serta tandon air bersih. Sedangkan fasilitas tersebut diproyeksikan mendukung aktivitas nelayan secara terpadu, mulai dari produksi hingga distribusi. Pembangunan kawasan KNMP diatas lahan seluas 1 hektar.
Namun pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada area seluas 5.000 meter persegi (m2). Dan pembangunan ini awalnya ditargetkan selesai pada akhir 2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp 23 miliar.
Namun, masih dia katakan, karena adanya penyesuaian teknis di lapangan, kontrak pekerjaan mendapat tambahan waktu selama 50 hari. Sehingga dengan tambahan kontrak itu, maka penyelesaian pekerjaan diperkirakan sampai Minggu kedua pada bulan Februari 2026 mendatang. Sedangkan keberadaan KNMP diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan pantai setempat.
“Selama ini, Desa Pujiharjo dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap di Kabupaten Malang. Tercatat sebanyak 320 kapal nelayan beroperasi aktif, dengan produksi ikan mencapai seberat 1.500 ton per bulan,” sebut dia.
Menurut Victor, ada 900 ton ikan berasal dari pancing rawai layur, 500 ton dari jaring gillnet, dan 100 ton dari jaring milenium. Dan saat ini, ikan layur menjadi komoditas utama sekaligus produk ekspor terbesar ke Tiongkok, dengan harga mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan hasil tangkapan tersebut dikirim dalam bentuk ikan segar. Selain layur, nelayan juga banyak menangkap ikan tongkol, lemuru, serta pelagis kecil.
“Tak hanya sarana produksi, KNMP juga dilengkapi dukungan permodalan melalui koperasi desa merah putih. Selain itu, telah disiapkan off taker hasil tangkapan, baik dari koperasi maupun pihak swasta. Dan skema ini diharapkan memudahkan nelayan dalam memasarkan hasil tangkapan secara berkelanjutan,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya











Saat ini belum ada komentar