Peweimalang.com, Kota Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengungkapkan bahwa saat ini curah hujan di Indonesia meningkat 40 persen akibat perubahan Iklim.
Kepala Pelakasana BPBD Kota Malang, Prayitno mengungkapkan bahwa hujan di Kota Malang pada Kamis (4/12/2025) lebih deras dari sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan banyak kawasan di Kota Malang yang mengalami banjir.
“Informasi nasional kita sama-sama curah hujan memang naik sampai 40 persen karena perubahan iklim,” kata Prayitno, Kamis (4/12/2025).
Prayitno mengungkapkan bahwa di Kota Malang terjadi di beberapa titik seperti di kawasan WR Supratman, Letjen Sutoyo dan Sunandar Priyo Sudarno yang diakibatkan kontur tanah yang rendah.
Ia menambahkan bahwa dari laporan yang masuk, banjir juga berada di kawasan Purwantoro perbatasan Lowokwaru, Purwodadi dan Blimbing. Namun, ia juga belum mengecek di kawasan Galunggung.
“Hujannya banyak ke sisi utara timur. Ketinggian air sekitar paha tetapi puncaknya dada ke atas, video yang masuk ke saya seperti itu,” ungkapnya.
Mengenai bencana banjir tersebut, Prayitno menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dalam penanganan, salah satunya di daerah Kedawung.
“Keluarga sudah kami selamatkan, listrik dimatikan, kami koordinasi dengan RW kalau ada rumah yang rusak, akan dievakuasi ke balai RW. Makanan cepat saji kami kirim, family kid kami kirim,” terangnya.
Mengenai pengungsian, BPBD telah melatih RT dan RW jika terjadi bencana, sehingga RT dan RW memiliki kewenangan menata dan BPBD akan menindaklanjuti.
“Nanti kami untuk proses tindak lanjut mengikuti mereka,” tegasnya.
Terdapat 39 ttiik banjir yang dicatat oleh BPBD Kota Malang tersebar di 3 kecamatan yaitu Sukun, Lowokwaru dan Blimbing.
Kecamatan Blimbing di EWS Blimbing, EWS Hartoni, Jalan Ciliwiung, Jalan Kedawung, Jalan Kedawung Gang II, Letjen S Parman, dan Letjen S Parman Gang I. Selain itu, di Jalan Karya Timur, Jalan Karya Barat, Jalan Letjend Sutoyo, Glintung Gang I, Jalan Taman Siswa, Jalan Alumunium, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Sulfat, Jalan Sidomulyo dan Jalan Grindulu.
Untuk di Kecamatan Sukun banjir terjadi di EWS Bukit Barisa, EWS Candi dan Jalan Terusan Sigura-gura.
Sementara di Kecamatan Lowokwaru, banjir terdapat pada EWS Sudimoro, Pertokoan Sudimoro, Jalan Candi Kalasan, Jalan Bukit Barisan, Jalan Kebon Jeruk dan 3 titik Jalan Soekarno Hatta. Kemudian, di Jalan Bantaran, Jalan Mawar, Jalan Melati, Jalan Selorejo, Jalan Akordion, Jalan Kalpataru, Jalan Simpang Borobudur, Jalan Gajayana, dan Jalan Candi Waringin.





