Peweimalang.com, Kab Malang – Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayah Malang Selatan, Kabupaten Malang, tidak hanya berdampak pada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan. Namun, juga terjadi kerusakan pada pipa jaringan distribusi air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, yang selama ini melayani pelanggan perusahaan tersebut.
Kerusakan pipa distribusi rusak akibat tanah longsor, kata Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi, Rabu (4/11), saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA), bahwa dalam bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Malang Selatan, ada beberapa kerusakan pada pipa jaringan distribusi air yang saat ini dikelola Perumda Tirta Kanjuruhan, seperti di wilayah Unit Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber Durmo, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, pipa PVC berdiameter 6 inci, sepanjang 50 meter hilang. Namun, kini sudah selesai dilaksanakan pemasangan pipa pengganti.
Selanjutnya, masih dia katakan, kerusakan pipa jaringan distribusi di wilayah Unit Tirtoyudo, pada SPAM Dam Tempursari, Desa Tempursari, pipa berdiameter 3 inci, sepanjang 60 meter putus terkena tanah longsor, dan kerusakan pipa distribusi di wilayah Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo. Sehingga dengan wilayah Kabupaten Malang diguyur hujan dalam seMinggu terakhir ini, pihaknya selalu memantau wilayah-wilayah yang diterjang bencana banjir dan tanah longsor. “Pihaknya, terus melakukan pemantauan dan siaga selama 24 jam, dan jika terjadi bencana, maka petugas langsung turun ke lokasi dan langsung melakukan perbaikan,” tegasnya.
Menurut Syamsul, saat terjadi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Malang, maka pihaknya sebelum melakukan perbaikan pada pipa distribusi air. Langkah pertama, melakukan inventarisasi kerusakan. Di wilayah desa mana dan kecamatan mana saja yang terdampak bencana hingga mengakibatkan kerusakan pada pipa jaringan air minum, dan berapa total panjang pipa yang mengalami kerusakan. Langkah kedua, pihaknya melakukan mitigasi dan perbaikan, seperti bagaimana skema penanganan darurat untuk memperbaiki atau mengganti pipa jaringan yang rusak agar pasokan air ke pelanggan segera pulih.
Dan langkah ketiga, lanjut dia, yakni melakukan proteksi Jaringan, kita buatkan rencana atau evaluasi teknis untuk merekayasa ulang jalur pipa (relokasi) atau menggunakan material yang lebih kuat. Sedangkan dampak musim hujan, tentunya akan mengembalikan air dari mata sumber mata air setelah musim kemarau. “Estimasi waktu normalisasi, yang jelas disesuaikan dengan tingkat kerusakan pada pipa jaringan distribusi. Namun, jika kerusakannya cukup parah, maka waktu yang dibutuhkan sesuai tingkat kerusakannya,” pungkasnya.(*)





