Peweimalang.com, Kab Malang – Perhelatan Pesta Rakyat Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang kembali digelar dengan meriah, di lapangan desa setempat, pada Minggu, (26/7). Sedangkan acara tahunan yang menjadi tradisi sebagai ungkapan syukur warga ini berhasil menyedot ribuan pengunjung.
Acara yang bertajuk Poncokusumo Duwe Gawe ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar, serta juga dihadiri Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Poncokusumo, dan para Kepala Desa se-Kecamatan poncokusumo.
Dalam acara tahunan tersebut, kata Kepala Desa Poncokusumo Samsul Muliyo, Minggu (26/7), kepada wartawan, berbeda dari festival pada umumnya, karena kini memiliki daya tarik utama yakni pesta rakyat. “Festival Makan Gratis yang disediakan secara swadaya oleh seluruh masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa,” paparnya.
Dia menyampaikan, masyarakat menyediakan ribuan porsi makanan dan jajanan tempo dulu yang bisa dinikmati seluruh pengunjung tanpa dipungut biaya sepeserpun. Karena semuanya makanan yang disajikan tersebut dari warga desa, diperuntukkan untuk rakyat secara gratis tanpa ada pembelian. Jadi inilah yang disebut Festival Makan Gratis, dari rakyat untuk rakyat. Ribuan makanan yang disajikan menggugah nostalgia di masa lal, mulai dari nasi jagung, tiwul, gatot, botok, lodeh, deblog, kologoblog hingga jajanan pasar seperti cenil, getuk, dan klepon.
Sedangkan makanan tersebut, tutur Samsul, disiapkan secara swadaya oleh warga dari 11 Rukun Warga (RW) Desa Poncokusumo, dan ditata rapi di stand-stand bambu di sekeliling lapangan. Sehingga dirinya mengajak masyarakat untuk selalu guyub rukun melestarikan tradisi ini. Festival yang kita gelar ini merupakan salah satu tradisi Desa Poncokusumo yang masih dijaga dan dilestarikan sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Dia menambahkan, tidak hanya kuliner, pesta rakyat ini juga dimeriahkan oleh penampilan seni tari tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN 1, SDN 2, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Muria dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Fathoni Poncokusumo, serta penampilan beberapa grup band yang tergabung dalam music trotoar. Sehingga Poncokusumo Duwe Gawe ini telah mendapatkan apresiasi Sekda Kabupaten Malang. Karena bisa sebagai contoh nyata pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi UMKM desa. “Acara ditutup dengan doa dan makan bersama seluruh warga di lapangan, menandai kebersamaan warga Desa dengan para pejabat pemerintah daerah, muspika dan pemerintah desa poncokusumo,” pungkasnya.(*).
Penulis: Irwan





