Presiden Prabowo Subianto Panen Raya Bersama TNI, Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Panen Raya Bersama TNI
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau panen tebu di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Desa Saptorenggo, Kec Pakis, Ka Malang

Peweimalang.com, Kab Malang – Pemerintah terus berkomitmen dalam memperkuat kedaulatan pangan pangan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas strategis untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional. Sehingga komitmen tersebut dibuktikan pemerintah dengan melaksanakan Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di 43 titik lokasi di seluruh Indonesia secara simbolis, yang panen raya resmi dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dipusatkan di kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Jumat (17/7).

Presiden Prabowo dalam sambutan di acara tersebut menyampaikan, bahwa Program Ketahanan Pangan TNI melibatkan tiga matra sesuai keunggulan masing-masing. Seperti TNI Angkatan Darat (AD) membudidaya padi dan jagung, TNI Angkatan Laut (AL) mengembangkan kedelai, sedangkan TNI Angkatan Udara (AU) berfokus pada tebu. Demikian yang disampaikan, Presiden Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

Menurut Presiden, Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional. “Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan ini mewujudkan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan para petani,” tegasnya.

Kolaborasi tiga matra TNI tersebut, Presiden Prabowo mengharapkan bisa mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pemerintah akan terus mempercepat pembangunan sektor pangan dari hulu hingga hilir sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. “Melalui penguatan produksi, hilirisasi, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi, pemerintah berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan, memperkuat ketahanan energi, dan memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto memberikan laporan kepada Presiden Prabowo, bahwa sepanjang Januari-Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026. Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektar dengan potensi produksi 3.676 ton, sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026.

Panglima TNI dalam laporannya itu, juga menyampaikan, rincian kontribusi dari tiga matra TNI yang terjun langsung mendampingi para petani di lapangan. TNI AD memimpin cakupan lahan terluas dengan mendampingi panen padi di 31 titik lokasi. Hingga Juli 2026, total luasan lahan padi yang berada di bawah pendampingan TNI AD telah mencapai 479.659 hektar. TNI AL fokus mengawal panen kedelai di 4 titik lokasi. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, TNI AL juga menargetkan pembukaan 3.110 hektare lahan baru demi mendongkrak swasembada kedelai nasional. Sedangkan untuk TNI AU mengawal program panen tebu di 8 titik lokasi, salah satunya bertempat di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

“Sejalan dengan arahan Presiden, ketahanan pangan tidak sekadar memenuhi kebutuhan pokok, melainkan menjadi pilar strategis negara. Ketahanan pangan yang kokoh diyakini akan menjadi fondasi utama dalam memajukan perekonomian nasional demi menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegas Panglima TNI.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *