Peweimalang.com, Jakarta – Nama Francois Letexier asal negara Prancis sudah tidak asing bagi publik sepak bola Indonesia. Wasit tersebut menjadi sorotan saat memimpin laga babak play off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea U-23 pada Mei 2024 lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Letexier mengeluarkan sejumlah keputusan kontroversial, termasuk menghadiahi dua penalti untuk Guinea. Penalti pertama diberikan setelah Witan Sulaeman dianggap melanggar Algassime Bah. Sementara itu, penalti kedua memicu perdebatan sengit karena tekel Alfeandra Dewangga dinilai bersih oleh kubu Indonesia.
Keputusan itu telah memicu reaksi keras dari pelatih Timnas Indonesia Shin Tae yong. Akibat protes kerasnya di pinggir lapangan, pelatih asal Korea Selatan tersebut diganjar kartu kuning yang kemudian berujung kartu merah setelah ia tetap melayangkan keberatan.
Berbeda dengan ajang besar seperti Piala Dunia 2026 yang dilengkapi Video Assistant Referee (VAR), laga penentu tersebut tidak menggunakan teknologi sensor video. Alhasil, seluruh keputusan krusial Francois yang malam itu tidak dapat ditinjau ulang dan Indonesia harus merelakan tiket Olimpiade setelah kalah 0-1.
Kontroversi wasit Francois tidak berhenti di laga babak play off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea U-23, pada Mei 2024 lalu. Namun, di laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir, juga membuat kontroversi, yang mana dalam pertandingan tersebut, Argentina menang dramatis 3-2 setelah bangkit dari ketertinggalan. Namun, keputusan Francois dan penggunaan VAR menjadi sumber kemarahan pihak Mesir.
Kontroversi terbesar terjadi ketika Mesir mencetak gol kedua melalui Mostafa Ziko. Saat itu, Mesir sedang unggul dan gol tersebut seharusnya membuat mereka memimpin 2-0. Ziko berhasil menyelesaikan serangan balik cepat yang melibatkan Mohamed Salah dan rekan-rekannya. Para pemain Mesir sudah merayakan gol tersebut, tetapi beberapa saat kemudian VAR meminta Francois melakukan pemeriksaan ulang melalui monitor di pinggir lapangan.
Setelah melihat tayangan ulang, Francois memutuskan membatalkan gol tersebut. Alasannya, sebelum serangan gol terjadi, gelandang Mesir Marwan Attia dianggap melakukan pelanggaran terhadap bek Argentina Lisandro Martinez.(*).





