Peweimalang.com, Kab Malang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang telah mempersiapkan sarana prasarana dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027 mendatang. Persiapan yang dilakukan KONI setempat selain atlet juga terkait anggaran sedangkan langkah taktis ini yang sangat krusial. Karena untuk bisa menembus target besar di Porprov tersebut, maka atlet dan anggaran sebagai penentu untuk mencapai target untuk memperbesar dalam memperoleh medali.
Dan untuk bisa mencapai target, maka KONI Kabupaten Malang membahas persiapan Porprov Jatim tersebut yang dikemas dengan menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Porprov X Jawa Timur Tahun 2027, yang diikuti semua cabang olahraga (cabor) KONI Kabupaten Malang, di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis (2/6) pagi.
Dalam kegiatan itu, dihadiri Bupati Malang HM Sanusi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar, serta Wakil Ketua (Waket) I Suwadji, Waketu II Siswarno Mulyadi , dan Waket III Muhammad Sharoni, serta Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kabupaten Malang Zulham Ahmad Mubarok.
Bupati Malang HM Sanusi, saat memberikan motivasi kepada para pelatih dan manajer, dirinya meminta agar Porprov X Jawa Timur (Jatim) mendatang, diharapkan kabupaten Malang masuk di runner up atau juara dua. Untuk untuk mencapai target tersebut, tentunya harus dipersiapkan betul-betul para atlet dan harus semangat, karena di kabupaten ini memiliki gudang atlet berprestasi. Sehingga harus dijaga agar atlet Kabupaten Malang tidak lari ikut daerah-daerah lain.
“Jangan sampai seperti tahun sebelumnya, atlet berprestasi asli Kabupaten Malang ikut daerah lain. Sehingga medali emas, perak maupun perunggu jatuh ke daerah lain.” tuturnya.
Dia mengaku, bahwa untuk mencapai target di runner up memang butuh sarana prasarana yang cukup. Sehingga untuk anggaran KONI Kabupaten Malang pada tahun mendatang akan ditambah.
Anggaran bisa ditambah asalkan cabor-cabor menunjukkan prestasi para atletnya. Karena jika anggaran besar tapi digunakan tidak maksimal dalam pembinaan atlet, maka anggaran tersebut akan terbuang percuma, bahkan nantinya bisa jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), salah satunya salah dalam penggunaan anggaran, yang ujung-ujungnya berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Untuk itu, agar tidak ada urusan dengan APH, maka anggaran harus digunakan dengan benar, terutama untuk meningkatkan prestasi atlet. Sehingga kami berharap di Porprov X Jatim nanti KONI Kabupaten Malang harus bisa mencapai target,” pintah Sanusi.

Ditempat yang sama, Sekum KONI Kabupaten Malang Zulham Ahmad Mubarok menegaskan, para cabor untuk menyepakati bahwa cabor yang mendapatkan anggaran untuk operasional dan pembinaan atlet bagi cabornya yang aktif dan berprestasi dalam Porprov IX Jatim 2025. Sebab, jika anggaran disama ratakan, maka akan terjadi kesenjangan, sehingga cabor yang tidak aktif dan tidak pernah memperoleh prestasi tidak diberikan anggaran, Dan masing-masing cabot terima anggaran tidak sama.
“Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Porprov X Jatim Tahun 2027, para cabor sepakat jika cabor yang tidak aktif dan belum berprestasi tidak mendapatkan anggaran,” ujarnya.(*).





