Peweimalang.com, Kota Malang – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2026 yang diikuti sebanyak ribuan peserta. Seleksi berlangsung selama dua hari, yakni 8–9 Juni 2026, dan dibagi dalam lima sesi ujian.
Pelaksanaan ujian dipusatkan di Gedung Laboratorium Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) lantai 3 UIN Malang. Seluruh peserta mengikuti ujian menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) berbasis komputer yang menjadi standar nasional dalam pelaksanaan UMPTKIN.
UMPTKIN merupakan jalur seleksi nasional bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang dirancang untuk menjaring calon mahasiswa berkualitas secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Sholiah, mengatakan bahwa pelaksanaan seleksi hingga hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ujian berlangsung tertib, kondusif, dan lancar. Seleksi UMPTKIN ini dilaksanakan menggunakan sistem SSE berbasis komputer dengan pengawasan panitia serta dukungan tim teknis untuk menjamin kelancaran pelaksanaan,” ujarnya saat meninjau lokasi ujian.
Ia mengimbau seluruh peserta untuk hadir tepat waktu dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku agar proses seleksi dapat berjalan dengan baik.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh hasil maksimal dan diterima di perguruan tinggi yang menjadi impiannya. Namun bagi yang belum berhasil melalui jalur ini, masih tersedia kesempatan untuk mendaftar melalui jalur seleksi mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Akademik UIN Malang, Imam Ahmad, mengungkapkan bahwa minat calon mahasiswa terhadap UIN Malang melalui jalur UMPTKIN tahun ini cukup tinggi.
Menurutnya, jumlah peminat UIN Malang pada jalur UMPTKIN 2026 mencapai 5.269 pilihan. Rinciannya, sebanyak 1.766 peserta menempatkan UIN Malang sebagai pilihan pertama, 1.865 peserta sebagai pilihan kedua, dan 1.638 peserta sebagai pilihan ketiga.
“Secara nasional, jumlah peserta yang memilih UIN Malang melalui jalur UMPTKIN tahun ini sangat tinggi. Total peminat mencapai 5.269 pilihan,” jelas Imam saat ditemui di lokasi ujian.
Ia menambahkan, pada jalur UMPTKIN tahun ini UIN Malang membuka 14 program studi yang seluruhnya merupakan program studi berbasis keagamaan Islam.
Meski jumlah peminat mencapai ribuan, kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur UMPTKIN di UIN Malang hanya sebanyak 1.917 mahasiswa. Karena itu, persaingan antar peserta diperkirakan berlangsung cukup ketat.
“Hasil seleksi UMPTKIN 2026 akan diumumkan secara nasional pada 30 Juni 2026. Sementara kuota yang diterima melalui jalur UMPTKIN di UIN Malang sebanyak 1.917 mahasiswa,” pungkasnya.
Tingginya minat calon mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang masih menjadi salah satu PTKIN favorit di Indonesia, khususnya bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi berbasis integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.





