Harga Plastik Melonjak Tinggi Dikeluhkan Pedagang dan UMKM di Kabupaten Malang

Harga Plastik Melonjak Tinggi Dikeluhkan Pedagang dan UMKM di Kabupaten Malang
Pedagang Pasar di Kabupaten Malang, terdampak kenaikan harga plastik

Peweimalang.com, Kab Malang – Perang Amerika-Israel-Iran tidak hanya berdampak pada tingginya harga minyak dunia dan kebutuhan lainnya. Namun juga berdampak pada kenaikan bahan baku plastik. Sehingga menyebabkan harga kemasan plastik untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari di tanah air ini melonjak tinggi. Seperti pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Meski harga kemasan plastik melonjak, namun mereka harus bertahan, demi tidak mengubah harga jual produknya.

Sedangkan harga kantong plastik di Indonesia melonjak drastis hingga mencapai 50-80 persen per April 2026. Hal ini telah memicu keluhan pedagang dan UMKM. Kenaikan dipicu gangguan pasokan bahan baku petrokimia dari Timur Tengah (Jateng) akibat perang di Timur Tengah yang menyebabkan harga kemasan plastik melambung dan menekan biaya operasional. Kenaikan harga plastik tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat secara signifikan sejak pertengahan bulan Ramadan hingga sekarang ini. Karena berbagai jenis plastik kemasan mengalami lonjakan harga yang cukup drastis.

Bacaan Lainnya

Sehingga yang paling berdampak dengan kenaikan harga plastik itu, salah satunya warung makanan, toko kelontong, bahkan perajin tempe pun juga terkena dampaknya akibat perang di Timur Tengah tersebut. Karena perajin tempe untuk membungkus tempat dengan menggunakan plastik. Dengan kenaikan itu, sehingga perajin tempe tidak menaikan harga, meski harga plastik melambung tinggi.

Seperti yang disampaikan, salah satu pedagang Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang Eka Sulistyawati, Kamis (9/4), mengatakan bahwa kenaikan harga plastik ini mencakup hampir seluruh jenis plastik yang digunakannya sehari-hari, mulai dari kantong plastik maupun plastik kemasan. Sehingga dengan kenaikan harga plastik ini, maka dirinya yang biasanya setiap hari harus menghabiskan setengah kilogram kantong plastik, kini harus mengurangi jumlah pembelian kantong plastik.

“Kenaikan harga plastik, diantaranya kantong plastik ukuran besar merk Sumo yang semula harganya Rp 57 ribu juga ikut melambung hingga mencapai Rp 70.500,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan, salah satu perajin tempe di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Rifai, perajin tempe tidak hanya dirugikan dengan harga plastik yang melonjak tinggi, tapi juga harga kedelai impor yang juga melonjak. Sedangkan kenaikan harga kedelai impor di Indonesia ini, sejak per awal bulan April 2026, yang dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga kedelai kini mencapai Rp 10.100 – Rp 11.000 per kilogram.

“Tidak hanya perajin tempe saja yang berdampak dengan kenaikan harga plastik dan kedelai impor, namun juga perajin tahu. Sehingga dengan terpaksa harus mengurangi produksi hingga 30 persen, agar bisa untuk membiayai operasional,” ujarnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *