Peweimalang.com, Malang – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur menggelar Kejuaraan Taekwondo Indonesia Super Fight 4 di Gedung Olahraga (GOR) Ken Arok, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Sedangkan kejuaraan taekwondo tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi atlet menuju sejumlah agenda olahraga, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027 mendatang. Kejuaraan itu dimulai sejak Jumat (2/10) hingga Minggu (4/10) besok.
Wakil Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur Hendra Prastiyawan, Sabtu (3/9), kepada wartawan mengatakan, Indonesia Super Fight merupakan agenda rutin Pengprov TI Jawa Timur (Jatim). Dalam kejuaraan tersebut menjadi bagian dari program bidang pertandingan yang digelar setiap tahun.
Menurutnya, kejuaraan itu dirancang untuk meningkatkan kemampuan atlet melalui persaingan dengan peserta dari berbagai daerah. Pengalaman bertanding tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses menuju prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
“Hal ini untuk meningkatkan para atlet taekwondo kita dalam rangka menuju prestasi yang gemilang, baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional,” jelasnya.
Hendra menjelaskan, Indonesia Super Fight 4 diikuti sebanyak 2.054 atlet yang tergabung dalam 94 kontingen. Selain Jatim sebagai tuan rumah, peserta datang dari Jawa Tengah (Jateng), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komposisi peserta membuat persaingan berlangsung cukup kompetitif. Sejumlah tim pembinaan turut ambil bagian, termasuk Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim, Puslatda DIY, Puslatda Jateng, serta tim Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM).
Kehadiran atlet-atlet tersebut, Hendra katakan, membuat Indonesia Super Fight 4 memiliki fungsi lain sebagai ajang mengukur perkembangan kemampuan atlet. Terlebih, sejumlah agenda kompetisi sudah menanti dalam waktu dekat. “Tentunya, untuk menghadapi Porprov Jatim X 2027 dan juga Pekan Olahraga Daerah (Popda) 2026, yang akan diselenggarakan pada bulan November 2026 mendatang,” terang Hendra.
Ditempat yang sama, Ketua Pengkot TI Kota Malang Thomas Tri Budi Dharma menyampaikan, peserta Kejuaraan Taekwondo Indonesia Super Fight 4, berasal dari beragam latar belakang. Mereka mewakili klub, instansi, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.
Dalam kejuaraan ini terdapat kelas prestasi dan semi prestasi dalam kejuaraan taekwondo. Kelompok usia yang dipertandingkan juga cukup beragam, mulai pra-kadet, kadet, junior, senior, hingga master. Pada kejuaraan taekwondo di Kota Malang ini, kejuaraan tersebut menjadi salah satu ruang untuk melihat kembali kesiapan atlet yang diproyeksikan tampil pada Popda maupun Porprov Jatim X 2027,” jelas Thomas.
Oleh karena itu, kata dia, hasil Indonesia Super Fight 4 menjadi salah satu bahan evaluasi sebelum penentuan akhir. Penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil pertandingan, tetapi juga mencakup kemampuan teknik, fisik, serta potensi atlet dalam meraih medali.
“Yang pasti kita akan mengevaluasi lebih detail. Kekurangan-kekurangan, baik teknik, fisik, dan lainnya,” tandasnya.(*).





