S2 Farmasi UIN Malang Lulusannya Disiapkan Jadi Akademisi dan Peneliti

S2 Farmasi UIN Malang Lulusannya Disiapkan Jadi Akademisi dan Peneliti
Mahasiswa Magister Farmasi UIN Malang saat melakukan penelitian di laboratorium. (Foto : Hms FKIK UIN Mlg)

Peweimalang.com, Kota Batu – Program Studi Magister (S2) Farmasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang optimistis menjadi pilihan utama bagi lulusan farmasi di wilayah Malang Raya hingga Jawa Tengah bagian timur. Meski baru berdiri pada Oktober 2025, prodi ini hadir dengan keunggulan yang belum dimiliki kampus lain, yakni fokus pada pengembangan farmasi halal dan kesehatan haji.

Ketua Program Studi S2 Farmasi UIN Malang, Burhan Ma’arif Z.A., menjelaskan bahwa Program Magister Farmasi merupakan salah satu program studi termuda di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang.

Bacaan Lainnya

“Program ini baru mendapatkan SK pendirian pada Oktober 2025 dan saat ini telah memiliki satu angkatan yang sedang menjalani perkuliahan. Tahun ini kami membuka penerimaan mahasiswa angkatan kedua,” ujarnya.

Pada angkatan pertama, S2 Farmasi UIN Malang menerima lima mahasiswa sesuai target awal. Sebagai prodi baru, penerimaan mahasiswa dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada semester ganjil dan genap, dengan target sementara lima mahasiswa di setiap gelombang.

 

Menjawab Kebutuhan Pendidikan Farmasi Pascasarjana

Burhan menuturkan, pendirian S2 Farmasi UIN Malang dilatarbelakangi kebutuhan besar akan pendidikan farmasi jenjang magister di kawasan Malang Raya dan wilayah barat Jawa Timur.

Sebelum UIN Malang membuka program ini, hanya terdapat empat program Magister Farmasi di Jawa Timur. Dua di antaranya berada di Universitas Airlangga, satu di Universitas Surabaya, dan satu lagi di Universitas Jember.

“Di Malang sendiri belum ada S2 Farmasi, padahal jumlah Program Studi S1 Farmasi sangat banyak. Ini menjadi peluang besar sekaligus kebutuhan yang harus dijawab,” katanya.

Menurutnya, terdapat sekitar 35 Program Studi S1 Farmasi di Jawa Timur yang menjadi potensi pasar bagi pendidikan magister farmasi. Selain itu, keterbatasan kuota penerimaan mahasiswa pada program magister yang sudah ada membuat kebutuhan akan program baru semakin mendesak.

 

Fokus pada Farmasi Halal dan Kesehatan Haji

Berbeda dengan program sejenis di perguruan tinggi lain, S2 Farmasi UIN Malang mengusung distingsi keilmuan yang selaras dengan visi universitas dan arah pengembangan fakultas.

Jika beberapa kampus fokus pada farmasi klinik, farmasi sains, atau farmasi berbasis sumber daya alam, UIN Malang memilih konsentrasi pada bidang farmasi halal dan kesehatan haji.

“Distingsi utama kami adalah kesehatan haji dan kefarmasian halal. Nuansa keislaman juga terintegrasi dalam kurikulum serta arah penelitian mahasiswa dan dosen,” jelas Burhan.

Berbagai riset yang dikembangkan diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, pesantren, hingga pelayanan kesehatan jamaah haji. Meski demikian, mahasiswa tetap diberikan kebebasan untuk mengembangkan penelitian di bidang lain sesuai minat dan kebutuhan profesinya.

 

Prospek Lulusan Dinilai Sangat Cerah

Burhan menegaskan bahwa lulusan Magister Farmasi UIN Malang tidak hanya disiapkan sebagai praktisi, melainkan lebih diarahkan menjadi akademisi, peneliti, dan tenaga profesional di sektor kesehatan.

“Lulusan kami fokus menjadi dosen, akademisi, peneliti, maupun profesional di industri farmasi dan rumah sakit yang membutuhkan kualifikasi magister untuk pengembangan karier,” ujarnya.

Ia menilai tren kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan terus meningkat dibandingkan disiplin ilmu murni. Kondisi tersebut membuat prospek lulusan Magister Farmasi semakin terbuka lebar.

Mahasiswa angkatan pertama sendiri memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari lulusan baru S1 Farmasi, lulusan profesi apoteker, hingga praktisi industri yang melanjutkan studi sambil bekerja.

 

Didukung 7 Doktor dan Riset Berbasis Hilirisasi

Salah satu keunggulan lain yang ditawarkan S2 Farmasi UIN Malang adalah kekuatan sumber daya manusia dan ekosistem riset yang telah berkembang.

Saat ini program studi tersebut didukung oleh tujuh dosen bergelar doktor dan satu profesor, dengan berbagai pengalaman penelitian yang memperoleh pendanaan dari internal UIN Malang, Kementerian Agama, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Menurut Burhan, mahasiswa tidak perlu khawatir terkait biaya penelitian tesis karena banyak riset dosen yang dapat dikolaborasikan dengan tugas akhir mahasiswa.

“Kami memang tidak menjanjikan seluruh tesis pasti dibiayai, tetapi peluang mendapatkan dukungan pendanaan sangat besar. Bahkan beberapa penelitian bisa dibiayai hingga 100 persen melalui hibah riset dosen,” katanya.

Selain itu, sejumlah produk hasil penelitian dosen telah memiliki izin BPOM dan berhasil masuk tahap hilirisasi hingga dipasarkan kepada masyarakat. Kondisi ini dinilai memudahkan mahasiswa dalam menentukan topik penelitian sekaligus mempercepat penyelesaian studi.

 

Bisa Lulus dalam 1,5 Tahun

S2 Farmasi UIN Malang menerapkan kurikulum 42 SKS yang secara normal ditempuh selama empat semester atau dua tahun. Namun, mahasiswa berpeluang menyelesaikan studi lebih cepat.

Mengacu pada regulasi pendidikan tinggi terbaru, mahasiswa dapat lulus dalam tiga semester atau sekitar 1,5 tahun apabila seluruh kewajiban akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah dapat diselesaikan tepat waktu.

“Kami memfasilitasi mahasiswa yang ingin lulus lebih cepat. Jika penelitian berjalan lancar, publikasi selesai, dan seluruh syarat akademik terpenuhi, studi bisa diselesaikan dalam tiga semester,” ujar Burhan.

Dengan kombinasi keunggulan riset, dukungan dosen berpengalaman, fokus pada farmasi halal dan kesehatan haji, serta peluang pendanaan penelitian yang luas, S2 Farmasi UIN Malang optimistis menjadi pusat pengemangan keilmuan farmasi yang strategis di Indonesia Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *