PWI Dorong Insan Pers Global South Gunakan Teknologi untuk Atasi Ketimpangan Berita

PWI Dorong Insan Pers Global South Gunakan Teknologi untuk Atasi Ketimpangan Berita
Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PWI Pusat Aldi Gultom. (Foto: istimewa)

Peweimalang.com, Tiongkok – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat telah melakukan kolaborasi dan penguasaan teknologi informasi bagi insan pers negara berkembang (Global South) untuk mengatasi ketimpangan arus informasi global. Karena adanya ketimpangan pemberitaan global yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat mungkin diatasi oleh para insan pers Global South dengan berjejaring berkelanjutan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Menurut, Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PWI Pusat Aldi Gultom, Minggu (18/10), bahwa dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, kemampuan bercerita adalah kekuatan kita. Sekarang saatnya memperkuat kemampuan bernarasi dengan penguasaan teknologi informasi. Di negara-negara Global South di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania selama ini cenderung hanya menjadi objek arus informasi global. Padahal, negara-negara tersebut memiliki pengalaman dan pelajaran berharga dalam pembangunan yang patut dibagikan kepada dunia.

Dirinya telah mengikuti seminar Global South Media Exchange and Cooperation yang menjadi bagian dari Belt and Road Journalists Forum 2026 di Nanjing, Tiongkok, pada 12-18 Oktober 2026, yang diikuti 200 orang wartawan dari berbagai negara. Dari mengikuti seminar tersebut, maka dirinya mendorong organisasi pers Global South memulai langkah nyata melalui pelatihan digital. “Langkah ini dinilai penting untuk mempermudah peliputan bersama, pertukaran bahan berita, serta distribusi konten secara langsung,” paparnya.

Dalam seminar tersebut, kata Aldi, telah ditanggapi Profesor Sekolah Hubungan Internasional Universitas Nanjing, Zhang Yun. Dia saat itu juga mengingatkan jurnalis untuk mewaspadai mispersepsi dalam kerja-kerja media. “Zhang Yun juga mengajak para jurnalis menghidupkan kembali Semangat Bandung 1955 yang menjadi Semangat Nanjing, agar negara berkembang mampu merepresentasikan diri mereka sendiri di tingkat global,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Belt and Road Journalists Forum 2026 diselenggarakan oleh All-China Journalists Association (ACJA) bersama jaringan Belt and Road Journalists Network (BRJN). Bertema Konvergensi dan Konektivitas, Inovasi dan Kemajuan, Transformasi Media di Tengah Perubahan Global, forum yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 ini diikuti lebih dari 110 organisasi jurnalis dari seluruh dunia.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *