Magister Keperawatan UMM Perkuat Jejaring Global Bersama IIUM Malaysia, Dorong Kepemimpinan Keperawatan Berbasis Islam
- calendar_month 0 menit yang lalu

Ketua Prodi Magister Keperawatan UMM Prof Yoyok (dua dari kiri) bersama tim saat berkunjung ke Kulliyyah of Nursing, International Islamic University Malaysia (IIUM).
Peweimalang.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berkelas dunia melalui penguatan program internasional Magister Keperawatan (Master of Nursing/MoN). Kali ini, Magister Keperawatan UMM secara strategis memperluas kolaborasi akademik global bersama Kulliyyah of Nursing, International Islamic University Malaysia (IIUM). Hal ini dalam rangka mengembangkan kepemimpinan keperawatan berbasis riset, inovasi, dan nilai-nilai Islam, khususnya pada isu Non-Communicable Diseases (NCD)
Program Magister Keperawatan UMM dirancang sebagai program akademik berbasis riset yang berfokus pada pengembangan ilmu keperawatan penyakit tidak menular dengan integrasi nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Kurikulum ini disiapkan untuk melahirkan peneliti, pendidik, serta pemimpin keperawatan yang mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan berbasis bukti dan perumusan kebijakan kesehatan di tingkat nasional maupun internasional
Ketua Program Studi Magister Keperawatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, menjelaskan bahwa kekhasan program ini terletak pada orientasi akademik yang kuat serta luaran ilmiah yang terukur.
“Program Magister Keperawatan UMM tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga produktivitas akademik. Setiap mata kuliah diarahkan untuk menghasilkan luaran seperti artikel ilmiah, bab buku, hingga policy brief yang relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dengan masa studi tiga semester (1,5 tahun) dan beban 49 SKS dirancang sejalan dengan roadmap riset 2025–2030 yang berfokus pada pencegahan, pengelolaan, dan kebijakan penyakit tidak menular.
“Kami ingin lulusan MoN UMM tampil sebagai Islamic research-based nursing leaders yang mampu berbicara di forum global,” tegas Prof. Yoyok.
Kolaborasi internasional ini mendapatkan dukungan penuh dari mitra strategis UMM di Malaysia. Dekan Kulliyyah of Nursing IIUM, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Kamil Bin Che Hasan, menilai kerja sama ini sebagai langkah progresif dalam memperkuat pendidikan keperawatan Islam di tingkat global.
“Kolaborasi ini bukan sekadar pertukaran akademik, tetapi merupakan upaya membangun ekosistem keilmuan keperawatan Islam yang kuat, berbasis riset, dan responsif terhadap tantangan kesehatan global,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, berbagai program internasional telah dan akan dijalankan, mulai dari Joint Supervision dan Co-Supervision untuk mahasiswa magister. Juga visiting professor dan guest lecturer, riset kolaboratif, hingga joint publication dan pendampingan penulisan akademik. Salah satu implementasi konkret adalah pelaksanaan kegiatan bersama di Kampus IIUM pada Februari 2026. Dimana menghasilkan pengembangan dua manuskrip ilmiah bersama sebagai bagian dari Joint Publication & Academic Writing Mentorship
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa internasionalisasi program pascasarjana merupakan bagian dari visi besar UMM dalam membangun reputasi akademik global.
“UMM mendorong program studi untuk tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga memiliki pengakuan internasional yang nyata dan berkelanjutan. Kerja sama dengan IIUM ini adalah contoh konkret bagaimana nilai Islam, keilmuan, dan globalisasi dapat berjalan seiring,” jelasnya.
Menurut Rektor, penguatan jejaring internasional di bidang keperawatan juga menjadi kontribusi strategis UMM. Terutama dalam menjawab tantangan kesehatan global, khususnya meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di berbagai negara.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik internasional yang otentik bagi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi terlibat langsung dalam riset kolaboratif, seminar internasional, hingga program simulasi dan summer school. Ini adalah investasi akademik jangka panjang bagi kualitas lulusan pascasarjana UMM,” tuturnya.
Ke depan, Program Magister Keperawatan UMM juga merencanakan Simulation Program yang akan melibatkan mahasiswa dalam pembelajaran intensif berbasis praktik dan riset selama beberapa hari, serta menghadirkan pakar internasional sebagai guest lecturer, termasuk akademisi dari IIUM
Melalui penguatan kerja sama internasional ini, UMM optimistis dapat terus melahirkan lulusan Magister Keperawatan yang berdaya saing global, berkarakter Islami. Serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu keperawatan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dunia.
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya











Saat ini belum ada komentar